Metalik Jelajahi Gunung Sembuang
Sembilan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan hidup (Metalik) Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, Banda Aceh, mulai 21 Januari lalu
Ketua tim ekpedisi, Taufik Hidayat mengatakan, melakukan pendakian sekaligus menjelajahi gunung Sembuang itu merupakan yang kedua kalinya yang mereka lakukan setelah tahun 2007 lalu. Namun, ekspedisi yang dilakukan kali ini sedikit berbeda. Dia menyebutkan. Selain melakukan pendakian di ketinggian 2.040 meter dari permukaan laut (dpl), tim juga menemukan situs sejarah, berupa dua buah pilar (tugu trianggulasi) di antara puncak Gunung Sembuang 1 dan Sembuang 2 yang dibangun oleh Belanda.
Pilar yang pertama kata Taufik berada di puncak Sembuang 2, bernomor seri S.217 yang dibangun 4 Maret 1931. Pilar itu sebutnya memiliki tinggi 1,5 meter dan kondisinya telah roboh. Sementara pilar kedua ditemukan berada di puncak Sembuang 1, bernomor seri P.128 yang dibangun tahun 1931. Kondisi pilar itu masih utuh, hanya saja dipenuhi dedaunan semak belukar perdu, serta lumut kantung semar.
“Tim melewati berbagai kondisi medan, dari kawasan hutan berotan, berlumut, berbatuan cadas (karst) hingga hutan perdu rapat dan sungai. Kami juga menemukan beberapa jenis habitat binatang seperti serangga, burung, beberapa mamalia, dan juga jejak-jejak binatang seperti gajah, beruang, harimau, rusa, kambing hutan, dan kambing batu,” katanya.(mir)