A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pemalsu Dokumen Negara Kabur dari Aceh Barat - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Pemalsu Dokumen Negara Kabur dari Aceh Barat

Rabu, 22 Februari 2012 10:38 WIB

MEULABOH - Pihak kepolisian di Aceh Barat terus memburu pihak-pihak yang diduga terlibat pemalsuan dokumen negara berupa buku/akta nikah. Dokumen negara yang ditemukan palsu itu terkait dengan adanya praktik kadi liar.

Sejauh ini polisi telah mengamankan sejumlah buku/akta nikah palsu untuk kepentingan pengusutan lebih lanjut. Beberapa nama yang diduga terkait dengan kasus itu menjadi target pengejaran polisi. Namun, salah seorang tersangka pelaku yang dikejar polisi ke Kecamatan Kaway XVI, ternyata sudah kabur sejak beberapa hari lalu.

“Pengejaran kadi liar terus kita lakukan karena dari situ nanti diharapkan terungkap keberadaan jaringan ini, termasuk yang memalsukan dokumen negara,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto didampingi Kasat Reskrim AKP Handoyo Yudi S kepada Serambi, Selasa (21/2).

Menurut Kapolres, berdasarkan data buku nikah palsu yang dimankan polisi tercatat proses nikah berlangsung di Aceh Barat namun buku/akta nikahnya sendiri dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Nagan Raya.

Polisi telah melakukan pengecekan keabsahan buku/akta nikah tersebut ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Nagan Raya, namun surat nikah yang dikeluarkan itu tidak teregistrasi. Artinya, KUA di Nagan Raya tak pernah menerbitkan dokumen berisi keterangan seseorang telah menikah, layaknya warga yang telah menikah dan tercatat di dalam dokumen negara.

Disebut-sebut kadi liar yang beroperasi di Aceh Barat berasal dari Kota Lhokseumawe. Tersangka juga terindikasi melakukan pemalsuan dokumen lainnya seperti penandatangan yang mengatasnamakan pejabat KUA. Anehnya, nama pejabat yang tercantum dalam dokumen pernikahan tidak dikenal di Nagan Raya. “Untuk mengungkap semua itu, salah satu cara adalah menangkap kadi liar,” kata Kapolres Artanto.

Kadi liar yang masih dirahasiakan identitasnya itu, menurut Kapolres Aceh Barat memang berprofesi sebagai juru nikah dan kerap melakukan pengurusan pernikahan di KUA di kabupaten yang berbeda. Pelaku disebut-sebut pernah juga melakukan aksinya di Banda Aceh, kemudian pindah ke Aceh Barat dan mengurus akta nikah di Nagan Raya.

Menurut informasi, biaya pembuatan akta nikah/menikah pada kadi liar mencapai Rp 1-2 juta. Sedangkan melalui jalur resmi di KUA, termasuk dengan sejumlah perangkat acara hanya Rp 225.000- Rp 250.000.(edi)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas