- Warga Desak Pemkab Singkil Atasi Kelangkaan BBM
- Agara Batasi Pembelian BBM
- Pertamina Jamin Kebutuhan BBM Aceh
- Mitan Singkil dan Simeulue Diduga Diseludupkan
- Semen Holcim Rp 75 Ribu Per Sak
- Indonesia Pinjam Lagi USD2 Miliar ke World Bank
- 1.000 Mobil Bekas Tiap Harinya Terjual Lewat Media…
- Pemko Subulussalam Bentuk Tim Atasi Kelangkaan BBM
- Krisis Bensin di Galus belum Teratasi
- Harga Minyak OPEC Turun
Ketika memberikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, Rabu (22/2/2012), di Kantor Presiden, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan isyarat kuat bahwa menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sulit untuk dihindari. "Harga BBM harus disesuaikan dengan tepat. Masyarakat yang kena dampak, masyarakat miskin, harus diberi bantuan langsung," ujar Presiden.
Presiden juga meminta agar upaya membantu masyarakat miskin dilakukan oleh semua pihak, mulai dari lembaga-lembaga pemerintah , lembaga non pemerintah, serta perusahaan swasta lewat CSR (corporate social responsbility). Pengeluaran kementerian ditunda. Yang bisa ditunda, ya, di tunda. Semua diarahkan untuk membantu masyarakat miskin, ujarnya.
Sebelum sidang kabinet paripurna yang membahas percepatan penanggulangan kemiskinan itu, Presiden menggelar rapat terbatas yang membahas perekonomian dunia, terutama terkait dengan dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang sudah mencapai 115 dollar AS per barrel.
