Upah Cat Tak Dibayar, Petrus Ditikam Saat Tidur
Rabu, 22 Februari 2012 20:20 WIB
Berita Terkait
- Tabrak Lari, Saya Tidak Salah, Dia yang Nabrak Saya!
- Jambret Spesialis Mal Dihajar Massa
- Bawa Amunisi, Anak 12 Tahun Ditahan
- Pria Nekat Malak Anggota Polisi
- Perampokan Minimarket Terencana dan Terorganisir
- Tiga Orang Ditangkap karena Bawa Senjata Api
- Pencuri Sebatang Kayu Jati Tetap Ditahan
- Tersangka Perampok Minimarket Ditangkap
- Polisi Air Tangkap Nelayan Pencuri Kabel
- Pengedar Uang Palsu Bergambar Upin-Ipin Ditangkap
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Alex Petrus (70), warga jalan Komplek Cemara Asri tewas ditikam 15 tusukan oleh seorang tukang cat Ginanjar, karena upahnya mengecat rumah tidak dilunasi korban. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (21/2) di kediaman korban.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Ginanjar meminta sisa upah mengecat rumah yang baru dibayar setengah oleh korban. Namun, karena dendam upah mengecat rumah korban tak juga diberikan. Lalu tersangka menikam korban yang tengah tertidur di ruang tamu.
Korban sempat menjerit meminta tolong, hingga istri dan pembantu korban yang tengah berada di lantai dua rumah korban segera turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.
Namun, disaat pembantu korban turun, pelaku langsung melarikan diri. Mendengar teriakan minta tolong, warga yang berada tak jauh dari tempat kejadian segera datang untuk menolong dan sempat membawa korban menuju RS Haji.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Petugas dari Polsek Percut Sei Tuan membawa mayat korban menuju Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr. Pirngadi Medan untuk diotopsi.
Menurut teman satu gereja korban, dirinya mengetahui kejadian tersebut sekira pukul 12.00 WIB setelah ditelepon pihak keluarga.
"Rencananya korban dibawa menuju kepersemayaman di Jl Bintang. Dia itu pensiunan tapi gak tau kerjanya apa," ujar teman si korban.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Ginanjar meminta sisa upah mengecat rumah yang baru dibayar setengah oleh korban. Namun, karena dendam upah mengecat rumah korban tak juga diberikan. Lalu tersangka menikam korban yang tengah tertidur di ruang tamu.
Korban sempat menjerit meminta tolong, hingga istri dan pembantu korban yang tengah berada di lantai dua rumah korban segera turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.
Namun, disaat pembantu korban turun, pelaku langsung melarikan diri. Mendengar teriakan minta tolong, warga yang berada tak jauh dari tempat kejadian segera datang untuk menolong dan sempat membawa korban menuju RS Haji.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Petugas dari Polsek Percut Sei Tuan membawa mayat korban menuju Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr. Pirngadi Medan untuk diotopsi.
Menurut teman satu gereja korban, dirinya mengetahui kejadian tersebut sekira pukul 12.00 WIB setelah ditelepon pihak keluarga.
"Rencananya korban dibawa menuju kepersemayaman di Jl Bintang. Dia itu pensiunan tapi gak tau kerjanya apa," ujar teman si korban.
Editor : Boyozamy
Sumber : Tribun Medan
