Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Anak Putus Sekolah di Pidie Capai 1.113

Jumat, 24 Februari 2012 09:09 WIB

SIGLI- Jumlah anak putus sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Pidie pada tahun 2011 mencapai 1.113 orang. Dengan rincian, SD 224 orang, SMP 619 orang dan 486 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan pada tahun 2010 berjumlah 1.548 orang. SD 224 orang, SMP 619 orang dan SMA 705 orang.

“Penyebab masih adanya anak putus sekolah di Pidie, salah satunya faktor ekonomi dan masih kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Drs Bukhari Thahir MPd, kepada Serambi, Kamis (23/2). Dikatakan, kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap pendidikan anaknya harus dirubah, demi menumbuhkan semangat bagi anaknya. Karena pengaruh kemajuan tehnologi bisa menyeret siswa pada hal-hal negatif.

Ia menjelaskan, sebenarnya untuk menekan angka anak putus sekolah, pemerintah telah menyediakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan beasiswa dari pemerintah daerah kepada siswa yang berprestasi dari keluarga kurang mampu. Di samping itu pogram paket C, A dan B yang telah digagas pemerintah, kata Kadisdik Pidie itu, telah mengurangi angka anak putus sekolah dan disambut positif oleh masyarakat secara luas. Disebutkan, sebaran anak putus sekolah itu, khusus untuk tingkat SMA yang paling banyak putus sekolah antara lain Kota Sigli 34 orang, Padang Tiji 32 orang, Delima dan Keumala 31 orang serta Muara Tiga dan Simpang Tiga 29. Tingkat SMP Geumpang 36 orang, Padang Tiji 35 orang, Glumpang Tiga 29 orang dan Kota Sigli 27 orang. Lalu, Batee 20 orang, Tangse 18 orang, Tito/Truseb 16 orang dan Keumala 14 orang. (naz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas