STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe
Dari Ruko Menuju Kampus Permanen
SEKOLAH Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Lhokseumawe didirikan tahun 2000. Proses pembelajaran di kampus
“Proses desain gambar dan letak gedung sudah kita siapkan. Dalam waktu dekat kita akan segera mulai peletakan batu pertama, sehingga nanti kita punya kampus permanen di areal sekitar empat hektare,” kata Ketua STMIK Lhokseumawe Taufiq ZA ST MT.
Jumlah mahasiswa sekarang yang kuliah di tiga program studi (prodi) STIMIK mencapai 1.010 orang. Ketiga prodi itu adalah prodi teknik informatika (S1) dan Diploma (D-III), kemudian prodi Manajemen Informatika. Mereka didik sebanyak 58 dosen. Dari jumlah itu 23 di antaranya adalah dosen tetap. Sedangkan selebihnya adalah dosen dari luar.
“Dosen dari luar ini mayoritas berijazah doktor dan magister dan bahkan ada yang sudah profesor. Tujuan kita menghadirkan dosen dari luar seperti Jakarta dan Medan agar mahasiswa dapat memperoleh materi kuliah yang maksimal,” katanya.
Mulai tahun 2010, lanjut Taufiq, STMIK sudah menerapkan kurikulim berbasis kompetensi. Tujuannya untuk menjamin kualitas lulusan. Sebab, mahasiswa yang belum mampu merancang program komputer, tidak akan diluluskan. “Tapi rata-rata kemampuan lulusan kita mampu merancang komputer, bahkan ada yang sudah mampu merancang website dan jaringan komputer,” timpalnya.
Untuk menunjang proses pembelajaran, tambah Taufiq, pihak kampus telah membangun lab jaringan komputer, lab rekatasan perangkat lunak, lab mikro prosesor, lab basis data, dan lab merakit komputer. “Kampus kami juga dilengkapi pustaka yang mempunyai 1.886 judul buku. * jafaruddin