Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Keuchik Lam Ujong Buron

Jumat, 24 Februari 2012 09:57 WIB

* Terkait Dugaan Menjual Rumah Bantuan

BANDA ACEH - Keuchik Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Marzuki (45), bersama Dailami sudah beberapa hari menjadi buronan polisi. Keduanya telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

Marzuki adalah pelaku penjual rumah bantuan Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Charity Campaign (SCC), di Desa Lam Ujong dan Mireuk Lamreudeup, Kecamatan Baitussalam. Sedangkan Dailami adalah calo penjualan rumah tersebut.

Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Serambi di Baitussalam. Kapolsek setempat, Iptu Ibrahim Prades menyebutkan sudah puluhan orang melaporkan Marzuki dan Dailami ke polisi. Mereka adalah korban yang membeli rumah bantuan SCC di Lam Ujong dan Mireuk Lamreudeup pada Marzuki.

“Namun karena laporannya sama, kami hanya menerima empat laporan resmi sebagai sampel pada awal bulan ini. Pelapor semuanya warga Banda Aceh yaitu, adalah Yuli Krisdiarni (45), warga Merduati, Siti Aisyah (43), warga Lambaro Skep, dan Sri Ulina (45), warga Lamgugop. Tapi, nanti semua korban tetap kita mintai keterangan,” kata Ibrahim menjawab Serambi, kemarin.

Menurut Ibrahim, Marzuki kepada korban mengatakan rumah bantuan SCC di dua gampong itu sudah lebih untuk korban tsunami. “Sehingga bisa dijual dan uangnya digunakan untuk kas desa setempat. “Para korban percaya, sehingga membelinya. Harga rumah dijual murah yaitu Rp 10 hingga Rp 20 juta,” kata Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan korban mencapai seratusan orang. Sebagian di antaranya sudah membayar. Para korban baru tahu mereka ditipu Marzuki, ketika dilakukan penertiban oleh petugas Muspika Baitussalam dan masyarakat setempat akhir 2011, terhadap penghuni rumah bantuan yang tak berhak.

“Mereka yang berhak menerima rumah bantuan itu adalah korban tsunami di Barak Bakoy, Aceh Besar. Mereka mengantongi SK Bupati Aceh Besar sebagai penerima rumah bantuan itu. SCC khusus membeli tanah di dua desa tersebut untuk pembangunan rumah korban tsunami dari berbagai daerah yang mengungsi di Barak Bakoy. Mereka sebelumnya tak pernah mendapat rumah bantuan karena tak memiliki tanah,” jelas Ibrahim.(sal)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas