Dana tak Dikirim, Kompetisi tak Ada
Kelima perwakilan klub asal Aceh secara tegas mengeluarkan satu putusan
Persidi Idi, Persal Tapaktuan, Aceh Utara FC, dan PS Pidie Jaya juga hadir dalam rapat penting itu.
Kelima perwakilan klub asal Aceh secara tegas mengeluarkan satu putusan. Ya, mereka menyepakati tidak ada kompetisi divisi I di Aceh bila PSSI Pusat tidak mencairkan sisa dana Rp 50 juta untuk lima klub itu. Mereka memberi batas waktu hingga Selasa (22/2) untuk mencairkan dana yang telah dijanjikan oleh PSSI Pusat.
Seperti diketahui, PSSI Pusat menjanjikan tiap klub mendapatkan jatah dana Rp 100 juta dalam pertemuan di Jakarta. Sedangkan dana Rp 50 juta sudah dicairkan untuk persiapan tim. “Hingga malam ini, tak ada tanda-tanda dana sisa Rp 50 juta itu dicairkan. Apa boleh buat, kita pegang komitmen. Dana tak dikirim, kompetisi pun tidak ada,” tegas pengurus tim divisi I itu kepada Serambi, tadi malam.
Jadi, sangatlah aneh jika PS Pidie Jaya tanpa ada jadwal tiba-tiba datang ke Banda Aceh. Padahal, perwakilan Pidie Jaya bersama empat klub lain sudah membuat komitmen dengan pengajuan surat ke Jakarta disertai stempel, dan materai. Lalu, siapa yang salah dalam kasus ini? Dana sisa tak jelas, panitia pelaksana siapa, dan kapan klub harus bertanding? Itulah bukti dari kisruh di tubuh PSSI Pusat. (ran)