A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bayi 9 Bulan Tewas Dalam Ember - Serambi Indonesia
Senin, 24 November 2014
Serambi Indonesia

Bayi 9 Bulan Tewas Dalam Ember

Selasa, 28 Februari 2012 21:45 WIB

SERAMBINEWS.COM, RUTENG - Hari  Senin (27/2/2012) pukul 08.00 Wita, Emil mencuci pakaian  di halaman belakang rumahnya di  Desa Ranggi, Kecamatan Rahong Utara.  Tragis tak terbayangkan ketika  Emil kembali menjempur pakaian, didapati Tari, bayi berusia sembilan bulan memasukkan kepala  ke dalam ember  bekas  cat matex yang  terisi  air cucian setengah.


Emil  berusaha mengeluarkan Tari. Tubuhnya sangat lemas tak bertenaga, matanya tertutup kemungkinan  air  masuk ke dalam  telinga  hidung dan mulut. Masih terasa denyut nadinya,  Emil teriak histeris minta tolong kepada tetangga.


Bersama bayinya, Emil dan para tetangga berangkat ke Puskemas Golowatu dibonceng sepeda motor. Rupanya ajal  telah lebih dulu menjemput Tari sebelum tiba di  Golowatu berjarak 1 Km dari  Ranggi.


"Saya ikut  bersama-sama mengantar bayi ini ke pustu. Bidan memeriksanya menyatakan  Tari mungkin sudah meninggal dalam perjalanan. Kata bidan, ada kotoran di celana bayi yang  mungkin keluar ketika di tengah jalan," ujar warga Ranggi menghubungi Pos Kupang,  Selasa petang (28/2/2012) di Ruteng.


Warga yang minta  namanya tak dipublikasikan itu menuturkan, Senin pagi itu, Emil, saapan ibu bayi tersebut mencuci pakaian di rumah. Tari masih merangkak dan pelajar jalan bermain di sekitar ibunya mencuci pakaian.
Pakaian  cucian itu dijemur Emil di   halaman depan rumah yang berjarak belasan meter. Air  bekas cucian sekitar setengah ember dibiarkan di situ. Saat itu, mungkin Tari menceburkan kepalanya ke dalam ember  cat warna putih.


Tari pergi selamanya  pada saat ayahnya, Iron  warga Kampung Kelumpang,  Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara  mengadu peruntungan  ke Kalimantan  Timur. Semenjak kepergiaan Iron, tiga bulan lalu,  Emil dan putrinya kembali ke rumah orangtuanya di Ranggi,  Kecamatan Wae Rii sekitar   7 Km dari Kota Ruteng. Nenek korban, Mina,   berangkat ke Kupang mengikuti wisuda anaknya Yuliana Jemut, kakak dari Emil.


Rumah ini hanya dihuni Emil bersama anaknya dan  seorang saudara  Emil. "Tadi malam (Senin malam) jenazah disemayamkan di  Ranggi. Tadi pagi  (Selasa) sekitar pukul 09.00 Wita dibawah ke tempat asal suaminya," ujar warga Ranggi itu. Kabar dari warga yang mengantar jenazah  Selasa siang menyatakan ayah Tari akan tiba dari Kalimantan hari ini.


Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, dr.Yulianus Weng, dihubungi Pos Kupang, Selasa petang  belum mendapat kabar kejadian tersebut. "Saya akan minta staf segera mengecek  ke  bidan di Pustu Golowatu," kata Weng mengikuti raker kesehatan di Jakarta, Selasa sore.


Kasus ini mengingatkan kejadian, Jumat pagi (24/2/2012).Rafli Wonga (2,3)  meninggal terseret  air di saluran Wae Locak, Kelurahan Pitak, Kota Ruteng. Tubuh Rafli  ditemukan sekitar 80-an meter dari rumah orang tuanya  David Wonga, dan Kristianti   Abus.

Editor: Boyozamy
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas