Droe Keu Droe

Warnet tak Perlu Bilik/Kamar

WARUNG internet (Warnet) yang saat ini masih diminati sebagai tempat mencari informasi, walaupun sudah banyak warkop menggunakan Wi-Fi

WARUNG internet (Warnet) yang saat ini masih diminati sebagai tempat mencari informasi, walaupun sudah banyak warkop menggunakan Wi-Fi, sudah saatnya mengubah konsep pelayanan pelanggan. Warnet pada dasarnya tidak perlu menggunakan bilik-bilik alias sekat tertutup, karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Di negara-negara barat pun belum pernah saya dengar konsep warnet dengan bilik/kamar, kecuali konsep panti pijat.

Banyak pasangan nonmuhrim yang berada dalam satu bilik dengan alasan main internet, namun yang terjadi adalah kegiatan mesum alias berkhalwat. Pengguna juga makin mudah mengakses situs yang mengandung konten pornografi karena tertutupnya bilik tersebut. Kalau kita menelaah lebih jauh, tidak ada manfaat sama sekali menggunakan bilik tersebut.

Kalau untuk menjaga privasi, cukup komputernya saja yang disekat, tidak perlu orangnya. Sehingga modal awal membuka warnet pun jadi lebih murah. Kecuali niat mencari pelanggan bukan dengan dasar menjual “internet”, tapi menjual “bilik/kamar”. Kalau memang ada manfaat yang jelas dari penggunaan bilik ini, harap pengusaha warnet untuk menjelaskannya kepada kami masyarakat awam ini.

Kepada Bapak Gubernur dan Bupati/Wali Kota yang terhormat, sudah saatnya izin membuka warnet di bumi Syariat Islam ini diberikan dengan pertimbangan serta persyaratan yang lebih membawa kebaikan. Terima Kasih.

Edi SB
Gampong Peurada, Banda Aceh

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved