Rabu, 4 Maret 2015

Jembatan Bailey untuk Atasi Isolasi Tangse

Jumat, 2 Maret 2012 10:39 WIB

Jembatan Bailey untuk  Atasi Isolasi Tangse - 020312foto.12_.jpg
Irigasi di Gampong Pantee Aree, Kecamatan Delima, Pidie jebol dihantam air Sungai Krueng Baro Raya, Kamis (1/3). SERAMBI/M NAZAR
Jembatan Bailey untuk  Atasi Isolasi Tangse - 020312foto.13_.jpg
Polisi membantu warga melintasi banjir di Desa Lubuk Nilam, Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (1/3). Hingga hari keempat banjir bandang Tangse bertambah parah, tiga titik jalur darat kembali terputus, warga di lima desa meliputi Lubuk Nilam, Blang Malo, Kebun Nilam, Ulee Gunong, Pulo Mesjid, dan Ulee Krueng Tangse kembali terisolir. ANTARA/Rahmad

SIGLI - Untuk mengatasi keterisoliran Kecamatan Tangse, Pidie, dari dua arah (Beureunuen dan Tutut-Geumpang) akibat banjir beruntun sejak Sabtu lalu, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh akan mendatangkan bailey (jembatan darurat) ke lokasi. Bailey pertama dipasang di Blang Malo, Tangse yang jembatannya hanyut dilanda banjir. Bailey kedua dipasang di lintas Tangse-Tutut (Aceh Barat), persisnya di kawasan Kuburan Aneuk Manyak.

Dari Pidie kemarin sore dilaporkan bahwa arus transportasi Beureunuen-Tangse belum juga normal, karena jembatan dan jalan di Gampong Blang Malo, Kecamatan Tangse yang putus sejak Sabtu lalu, belum tertangani maksimal. Untuk melancarkan jalur tengah tersebut, Dinas BMCK Aceh akan mendatangkan jembatan bailey ke Blang Malo.

“Saat ini tim dari Balai Besar I Medan Departemen Pekerjaan Umum sedang merangkai jembatan bailey tersebut. Akan didatangkan dari BMCK Aceh ke Blang Malo,” kata Kepala Dinas BMCK Pidie, Anwar Ishak, kepada Serambi, Kamis (1/3).

Menurutnya, pemasangan jembatan bailey itu butuh waktu dua hari. Masyarakat diminta bersabar, karena lintas Tangse belum bisa dilalui seperti sebelumnya. Kendaraan roda empat maupun roda dua memang sudah bisa lewat, tapi harus diawasi ketat, jangan sampai terbawa air dari gunung yang masih mengalir deras di atas ruas jalan dan jembatan tersebut.

“Ruas jalan dari Keumala, Tangse, Mane, dan Geumpang merupakan jalan nasional atau disebut lintas tengah. Makanya, perbaikan jalan itu merupakan wewenang Departemen PU,” kata Anwar.

Akan tetapi, lanjutnya, ruas jalan Geumpang menuju Aceh Barat merupakan jalan provinsi. Itu sebab, jalan yang amblas di Kubu Aneuk Manyak kini ditangani Dinas BMCK Provinsi Aceh. “Kedua jalan tersebut kini sedang dalam penanganan,” kata Anwar.

Jembatan darurat
Dari Banda Aceh dilaporkan, Dinas BMCK Aceh sejak Kamis (1/3) kemarin mendatangkan kerangka jembatan darurat jenis bailey ke lokasi longsoran badan jalan yang ambruk sepanjang 50 meter di lintas Tangse (Pidie)-Tutut (Aceh Barat) atau persisnya di kawasan Kuburan Aneuk Manyak.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas