Droe Keu Droe

Pak Kapolda, Berapa Harga Pengurusan SIM?

KEPADA Bapak Kapolda Aceh, melalui rubrik ini, sebagai masyarakat awam, saya ingin menanyakan biaya penerbitan Surat Izin

KEPADA Bapak Kapolda Aceh, melalui rubrik ini, sebagai masyarakat awam, saya ingin menanyakan biaya penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) C baru, pertanyaan ini penting saya ketahui agar saya tidak terjerumus pada sifat su’undzan (berprasangka buruk) terhadap petugas bapak di lapangan.

Beberapa hari lalu, setelah saya membaca di salah satu media massa online tarif membuat SIM C hanya Rp 100.000 dan syarat-syarat yang perlu dilengkapi, saya langsung menuju puskesmas untuk mendapat surat keterangan sehat, selanjutnya saya menuju Polres Bireuen untuk mengurus SIM. Di Sat Lantas Polres Bireuen, saya disambut seorang Polwan dengan ramah dan memberikan informasi, untuk pengurusan SIM C baru biayanya Rp 250.000 dan perpanjangan Rp 150.000.

Kemudian saya bertanya: “Saya baca di koran biayanya hanya Rp 100.000 dan kawan saya yang mengurus di Polres Lhokseumawe juga Rp 100.000. Apakah ini harga Resmi?” Polwan tersebut menjawab: “Iya Rp 250.000 harga resmi di sini.” Ia menjelaskan bahwa untuk membuat SIM baru dibutuhkan sertifikat mengemudi harganya Rp 100.000 dan biaya-biaya lain yang totalnya Rp 250.000.

Tidak ada pilihan lain bagi saya karena saya memiliki KTP berdomisili di Bireuen, walaupun dalam hati saya merasa ada yang ganjil, namun akhirnya saya mengeluarkan uang Rp 250 untuk pengurusan SIM C. Keluhkan yang sama juga diutarakan oleh seorang kawan saat mengurus perpanjangan SIM A di Polres Bireuen, biayanya dipatok Rp 270.000.

Menurut saya, sesuai dengan Lampiran PP No 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, penerbitan SIM C Baru Rp 100.000 dan perpanjangan Rp 75.000, sedangkan penerbitan SIM A Baru Rp 120.000 dan perpanjangan Rp 80.000.

Mengenai Sertifikat kelulusan sekolah mengemudi bagi pengurusan SIM C dan SIM A, tidak diwajibkan meski memang perlu. Pemohon SIM C dan A baru, bisa belajar lalulintas sendiri, bisa juga melalui sekolah mengemudi lainnya, kemudian mendaftar di Satlantas Polres, mengikuti ujian teori dan praktik. Sedangkan Sertifikat kelulusan Mengemudi yang diperoleh dari sekolah mengemudi terakreditasi atau terdaftar sesuai dengan UU diwajibkan untuk pengurusan SIM Umum.

Saya ucapkan terimkasih atas perhatian bapak dan saya mohon maaf apabila pengetahuan sedia ada saya salah. Saya juga memohon diluruskan harga yang sebenarnya karena masyarakat yang mengurus SIM sebenarnya masyarakat taat pajak karena dengan kesadaran sendiri mengeluarkan uang pribadinya untuk mengurus SIM, jadi sangat tidak wajar kalau ada “pungli” kepada masyarakat yang membayar pajak.

Muhajir Ismail
Warga Kecamatan Kuta Blang, Bireuen.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved