Abdya Memasuki Panen Raya
Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie dan Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) sudah menghentikan Operasi Pasar
Kepala Sub Divre VI Perum Bulog Blangpidie, Ruslian SE, dihubungi Serambi, Senin (5/2) menjelaskan OP beras yang dilancarkan sejak 3 Februari lalu sudah berakhir sejak awal 1 Maret 2012. Penghentian OP beras, terkait harga beras jenis medium di pasaran mulai stabil berkisar antara Rp 6.700 sampai Rp 7.000/kg, setelah sempat melambung mencapai Rp 7.600/kg pada Januari lalu.
“OP beras dilancarkan merupakan upaya menstabilkan harga yang kurang terjangkau masyarakat. Ketika harga mulai stabil, maka OP dihentikan,” ungkap Ruslian SE. Terlebih lagi, katanya, areal tanaman padi MT 2011/2012 sudah mulai memasuki panen raya di beberapa lokasi, dan seperti biasanya harga beras di pasaran semakin terkendali.
Secara terpisah, Kadis Pertanian dan Peternakan Abdya, H Zainuddin SP mengakui bahwa areal padi tanam serentak sudah mulai panen di sejumlah titik. Seperti, di Kecamatan Manggeng, Tangan-Tangan dan Blangpidie. “Beberapa hari ke depan, kegiatan panen padi semakin merata,” katanya.
Seperti biasa, menurut Zainuddin, harga gabah kering geling (GKG) stabil pada masa panen raya. Saat ini saja, katanya, harga gabah berkisar antara Rp 3.800 sampai Rp 3.900/kg, padahal pada awal Januari lalu mencapai Rp 4.200 sampai Rp 4.300/kg. Akan tetapi, Kadis Pertanian dan Peternakan Abdya, itu mengharapkan tidak berpengaruh terhadap harga gabah sehingga akan merugikan para petani.
Sementara itu, Kepala Sub Divre VI Perum Bulog Blangpidie, Ruslian SE mengatakan, pihaknya siap menampung beras produksi lokal Abdya melalui mitra kerja Perum Bulog setempat. Tahun 2012, target (pronosa) beras Sub Divre VI Blangpidie mencapai 7.000 ton, diharapkan bisa dipasok dari beras lokal asalkan sesuai standar persyaratan. (nun)