Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Karnaidi Bantah Gelapkan Uang Mahasiswa Akbid

Kamis, 8 Maret 2012 10:49 WIB

MEULABOH - Mantan Pengurus Badan Harian Yayasan Akademi Kebidanan Public Health Medical Nursing (Akbid PHMN) Meulaboh, Aceh Barat, T Karnaidi membantah terhadap tudingan yang menyebutkan dirinya telah menerima uang mahasiswa program khusus (berstatus pegawai) sehingga sejauh ini belum dikeluarkan ijazah dan tak digelar wisuda.

“Uang yang diberikan oleh mahasiswa itu sudah saya teruskan ke Muammar yang waktu itu sebagai bendahara,” tegas Karnaidi yang secara khusus menyampaikan itu kepada Serambi, Selasa (6/3).

Sementara itu, pendiri STIKes Meuligo, TA Arifin, yang mendatangi Biro Serambi Meulaboh, Selasa (6/3) mengatakan, persoalan Karnaidi dengan PHMN tidak ada kaitan dengan STIKes Meuligo. “Itu STIKes saya dirikan dan kepada PHMN agar tidak mengaitkannya,” tegas Arifin.

Seperti diberitakan, mahasiswa program khusus (berstatus pegawai) yang kuliah di Akbid PHMN Meulaboh, Aceh Barat, Senin (5/3) mengadukan nasibnya kepada DPRK setempat karena 67 mahasiswa belum mendapat ijazah dan belum diwisuda oleh pihak akademi. Sementara mereka sudah melunasi seluruh biaya kewajiban mereka berkisar Rp 20-Rp 30 juta per mahasiswa.

Kedatangan mahasiswa itu diterima Wakil Ketua DPRK, Herman Abdullah dan anggota komisi D, Said Mutadar SAB.

Kepada wakil rakyat ini, para mahasiswa program khusus di Akbid PHMN mengaku bahwa mereka sudah selesai kuliah pada 2011 lalu dan dijanjikan akan diwisuda pada Oktober 2011 bersamaan dengan pembagian ijazah. Tetapi hingga Maret 2012 belum juga ada kejelasan.(riz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas