Dinkes Pidie Terima Bides PTT
Senin, 12 Maret 2012 09:06 WIB
Berita Terkait
- Tiga Pria Bersenjata Bawa Kabur Tas Bides
- Dinkes Aceh Temukan 595 Kasus Kusta
- 5.500 Ha Pisang di Pidie Diserang Jamur
- Warga Pusong Minta Pelayanan Pustu Dimaksimalkan
- 300 Dokter Ikut Simposium Penyakit Dalam
- Membuang Uang demi Merokok
- Nazilaturrahmah Penderita Thalassemia di Aceh
- Pasien Jiwa Harus Miliki Kartu Jamkesmas Baru
- Pasien Gagal Ginjal di RSU Sigli Meningkat
- Penyakit Kejang Otot Serang Ternak di Nagan
SIGLI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie, kembali membuka pendaftaran bagi calon Bidan desa (bides) untuk diangkat menjadi tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT). Penerimaan itu sehubungan gagalnya seleksi tahun 2011 sebanyak 800 calon bides karena berkas testing terlambat dikirim ke Kemenkes RI.
“Kami membuka pendaftaran calon bides selama tiga hari, yaitu mulai Senin (12/3) hingga Rabu (14/3). Mulai pukul 09-12.00 WIB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie, drg M Faisal, kepada Serambi, Minggu (11/3).
Kata Faisal, persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon bides. Yakni, foto kopi ijazah terakhir yang telah dilegalisir. Lalu, foto kopi transkrip nilai yang telah dilegalisir, surat izin bidan, kartu pencari kerja, SKCK, surat keterangan sehat dan surat pernyataan bersedia tinggal di desa.
Kemudian, lanjutnya, surat pernyataan izin orang tua yang belum kawin, surat izin suami, daftar riwayat hidup, dan sejumlah syarat lainnya.
“Berkas masing-masing dibuat tiga rangkap. Dan testing akan kami laksanakan tanggal 18 Maret. Saat ini kami sedang mencari gedung yang sesuai di Pidie,” kata Faisal.
Dikatakan, pada tahun ini quota bides untuk diangkat menjadi tenaga Pegawai Tidak Tetap berjumlah 117 orang. Mereka yang lulus nantinya akan ditempatkan pada desa-desa yang telah ditentukan yang tersebar di Pidie. Bides harus bersedia tinggal di desa terpencil, sangat terpencil dan biasa.
Karena, kata Faisal, gaji yang diterima bides sesuai dengan katagori tempat yang bersangkutan bertugas. Seperti bides PTT biasa digaji Rp 800 ribu perbulan. Adapun bides PTT terpencil digaji Rp 3 juta lebih per bulan dan bides sangat terpencil digaji Rp 4 juta lebih perbulan. “Makanya, yang telah digaji oleh pemerintah itu harus bersedia menetap di desa. Kami dari dinas tetap akan mengawasi bides yang tinggal di desa. Jika adanya bides yang tidak mau tinggal di desa, tetap akan dikenakan sanksinya,”pungkas Faisal.(naz)
“Kami membuka pendaftaran calon bides selama tiga hari, yaitu mulai Senin (12/3) hingga Rabu (14/3). Mulai pukul 09-12.00 WIB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie, drg M Faisal, kepada Serambi, Minggu (11/3).
Kata Faisal, persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon bides. Yakni, foto kopi ijazah terakhir yang telah dilegalisir. Lalu, foto kopi transkrip nilai yang telah dilegalisir, surat izin bidan, kartu pencari kerja, SKCK, surat keterangan sehat dan surat pernyataan bersedia tinggal di desa.
Kemudian, lanjutnya, surat pernyataan izin orang tua yang belum kawin, surat izin suami, daftar riwayat hidup, dan sejumlah syarat lainnya.
“Berkas masing-masing dibuat tiga rangkap. Dan testing akan kami laksanakan tanggal 18 Maret. Saat ini kami sedang mencari gedung yang sesuai di Pidie,” kata Faisal.
Dikatakan, pada tahun ini quota bides untuk diangkat menjadi tenaga Pegawai Tidak Tetap berjumlah 117 orang. Mereka yang lulus nantinya akan ditempatkan pada desa-desa yang telah ditentukan yang tersebar di Pidie. Bides harus bersedia tinggal di desa terpencil, sangat terpencil dan biasa.
Karena, kata Faisal, gaji yang diterima bides sesuai dengan katagori tempat yang bersangkutan bertugas. Seperti bides PTT biasa digaji Rp 800 ribu perbulan. Adapun bides PTT terpencil digaji Rp 3 juta lebih per bulan dan bides sangat terpencil digaji Rp 4 juta lebih perbulan. “Makanya, yang telah digaji oleh pemerintah itu harus bersedia menetap di desa. Kami dari dinas tetap akan mengawasi bides yang tinggal di desa. Jika adanya bides yang tidak mau tinggal di desa, tetap akan dikenakan sanksinya,”pungkas Faisal.(naz)
Editor : bakri
