Droe Keu Droe

Bangun Tembok Pengaman di Seunapet

SUDAH berulang kali terjadi kecelakaan di tempat atau lintasan yang sama, yaitu di lintasan jalan nasional di kawasan Seunapet, Seulawah

SUDAH berulang kali terjadi kecelakaan di tempat atau lintasan yang sama, yaitu di lintasan jalan nasional di kawasan Seunapet, Seulawah, Aceh Besar, yang telah banyak memakan korban nyawa manusia dan harta benda. Tetapi, Dinas terkait selalu menyalahkan pengguna jalan tidak hati-hati.

Jangankan pengguna jalan yang baru pertama kali melewati jalan tersebut, misalnya, malah yang sudah sering dan berulang kali melewatinya pun mengalami kecelakaan atau nyaris celaka sesampai di lintasan Seunapet itu. Memang bisa saja terjadi karena human error, tetapi untuk memperbaiki akibat human error tersebut tentu harus ada langkah-langkah konstruktif untuk memperbaikinya.

Hal itu antara lain dengan membuat tembok pengaman setinggi kurang lebih 2,5 meter dan pada dindingnya dibuat tanda panah/penunjuk arah dari cat spotlight yang bercahaya pada saat disorot lampu kendaraan. Pada ujung tembok dibuat besi pengaman sebanyak dua baris dan juga diberi tanda dengan cat spotlight.

Dari arah Saree kurang leboh 80-100 meter sebelum tikungan dibuat pita jalan atau ‘polisi tidur’ dengan jarak dan ketebalan berbeda, sehingga 80-100 meter sebelum tikungan, si pengemudi/pengendara sudah diberi aba-aba untuk mengurangi kecepatan dan dikejutkan/dihentak apabila sudah merasa mengantuk, sehingga risiko kecelakaan terhindari.

Mengenai tembok pengaman tersebut pernah penulis jumpai di lokasi tikungan berbahaya yang dibuat Dinas terkait, di ruas jalan antara Pal Sebelas dengan Batu Nadua, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Demikian saran yang dapat saya sampaikan.

Sabarudin Salam, SH, Sp.N.
Jl. Taman Siswa, Merduati Kutaraja, Banda Aceh.     

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved