Skandal Nazaruddin
Gede Pasek: Nazaruddin Kalau Bicara Asal Bunyi!
Bahkan Pasek menjuluki mantan rekannya di partai Demokrat seperti babi hutan yang terluka
Bahkan Pasek menjuluki mantan rekannya di partai Demokrat seperti babi hutan yang terluka.
"Jadi saya simpulkan Nazar saat ini ibarat babi hutan yang terluka sehingga berusaha tabrak sana sini untuk pihak-pihak yang menghalangi keinginannya. Dia juga dengan pintar mengeluarkan manuver untuk membius media agar tidak mengejar upaya penyitaan aset-aset hasil korupsinya dan soal status tersangka istrinya Neneng yang kini sedang buron. Kalau kita memang peduli pada penyelamatan aset negara, seyogyanya kita semua fokus pada desakan penyelamatan aset negara di tangan koruptor bukan hanya terpikat kegaduhan politik saja disajikan ke masyarakat," kata Pasek kepada Tribunnews.com, Selasa(13/3/2012).
Pasek pun menantang Nazaruddin untuk membawa bukti lengkap saat melaporkan dirinya ke KPK atas tuduhan menerima uang Rp 120 milliar sebagai jatah proyek APBN.
"Bila perlu kalau ada data lengkap segera dilaporkan ke KPK. Dia kan nuduh saya main proyek Komisi X DPR untuk APBN 2011, yang pertama itu menandakan Nazar nggak tahu posisi saya," kata Pasek.
Menurut Pasek,saat APBN tahun 2011 ia sudah tidak lagi duduk di Komisi X DPR, melainkan ke Komisi II bidang pemerintahan. Selain itu kata Pasek, satu pun perusahaan tidak dipunyai terlebih lagi bermain proyek.
"Saya ini bukan pengusaha dan tidak punya PT apapun yang bermain proyek layaknya Nazar. Silakan cek di Kemenkumham ada enggak PT dengan pemegang saham, atau Komisaris, direktur utama atau direktur. Tidak hanya sekarang tapi dari dulu dicek," kata Pasek.
Anggota Komisi II DPR ini menambahkan pula agar melakukan pengecekan ke PPATK terkait adanya transaksi mencurigakan di rekening miliknya.
"Jangankan dengan angka Rp 120 milliar, suruh saja PPATK cek rekening saya apa ada transaksi Rp 10 Milliar, atau Rp 5 Milliar, atau Rp 2,5 Milliar atau 1 persen saja dari Rp 120 Milliar yaitu Rp 1,2 Milliar saja. Jadi jangankan Rp 120 Milliar, Rp 1,2 Milliar saja tidak ada," jelas Pasek.
Lebih jauh Pasek menjelaskan mengenai perjalanan karirnya yang sama sekali tidak diawali dari pengusaha melainkan wartawan dan advokat. Karenanya tegas Pasek persoalan mengenai tender dan proyek sangat jauh sekali dari dunia kehidupannya.
Seperti diketahui sebelumnya, Nazaruddin mengungkapkan Ketua DPP Partai Demokrat (PD), Gede Pasek Suardika menerima jatah proyek APBN senilai Rp 120 miliar. Uang itu, menurut mantan Bendahara Umum partai Demokrat ini dari sebuah proyek yang ditangani di Komisi X DPR RI.