Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Pasien Jamkesmas Mengaku Disuruh Keluar RS

Selasa, 13 Maret 2012 11:30 WIB

BIREUEN - Zaitun (28) warga Paya Cut, Peusangan, Bireuen yang masuk ke Rumah Sakit (RS) Malahayati Bireuen, Kamis (8/3) sore akibat  demam panas mengaku pada Sabtu (10/3) malam disuruh keluar dari RS itu oleh dokter setempat. Iskandar (42), suami Zaitun mengatakan istrinya disuruh keluar RS sakit itu karena dirinya mempertanyakan hasil uji laboratorium kepada dokter piket.

“Karena istri saya mendadak demam lagi pada Sabtu malam saya minta hasil lab kepada perawat di rumah sakit itu agar saya tahu penyakit apa yang dialami istri saya. Tapi, dokter itu mengatakan tak perlu diuji lab, karena menurutnya hanya demam biasa,” jelas Iskandar kepada Serambi, kemarin.

Setelah itu, tambah Iskandar, dokter Laura mengatakan bila kurang puas dengan pelayanan di rumah sakit itu ia dipersilakan membawa istrinya ke rumah sakit lain. “Lalu, kami sepakat membawa pulang istri saya pada malam itu juga. Tapi hasil lab di Klinik Pratiwi Peusangan, istri saya menderita tipes,” katanya. Pantauan Serambi, hingga kemarin Zaitun masih dirawat di klinik itu.

Sementara dr Laura mengakui dirinya menyatakan secara baik-baik kepada keluarga pasien itu kalau tidak puas dengan pelayanan di RS Malahayati silakan saja membawa ke rumah sakit lain. “Saya tidak tahan karena keluarga pasien marah-marah di depan banyak orang,” ujarnya. Menurut Laura, pasien demam tak perlu uji lab, tapi cukup  pemeriksaan fisik saja sudah cukup.

Direktur RS Malahayati Bireuen, H Asnawi mengatakan, pasien itu sendiri yang keluar dari rumah sakit. “Kami sudah berusaha memberi yang terbaik, tapi keluarga pasien tak sabar dan banyak tingkah, sehingga dokter Laura dan dokter Muwardi SpPD, tidak sanggup lagi menangani karena keluarganya arogan,” jelas Asnawi.(c38/yus)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas