Droe Keu Droe

Surat Dokter Gigi untuk Menpan

SAYA tersentak membaca pernyataan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ir H Azwar Abubakar MM

SAYA tersentak membaca pernyataan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ir H Azwar Abubakar MM, di Harian Serambi Indonesia, Senin (12/3) lalu, tentang larangan seluruh jajaran pemerintah di Indonesia menerima dan merekrut tenaga honorer.

Kelebihan pegawai yang ada di Indonesia memang menjadi beban negara namun hal tersebut tidak dapat digeneralisir mengingat pemerataan penduduk di Indonesia belum tercapai. Sebagai contoh, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan di daerah-daerah; Apakah mungkin mereka tidak difungsikan sementara tenaga mereka masih sangat dibutuhkan?

Di Banda Aceh saja, misalnya, sebagai unit pertama pelayanan kesehatan masih ada beberapa puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter gigi. Padahal, soal kesehatan gigi merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Perlu diketahui bahwa angka kerusakan gigi di Indonesia masih cukup tinggi dan tidak bisa dianggap enteng. Sebab, beberapa penyakit berbahaya seperti jantung, paru-paru, berat bayi lahir yang rendah, kelahiran prematur, dan diabetes bisa diawali dari masalah kesehatan gigi dan mulut.

Timbul pernyataan saat ini di benak saya; Apakah dokter gigi honorer yang sekarang bertugas di puskesmas harus mengambil sikap mengundurkan diri terkait pernyataan Bapak Menteri bahwa tenaga honorer tidak akan diangkat menjadi CPNS? Lalu siapa yang akan melayani dan menangani pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dengan fasilitas gratis?

Selama ini kekosongan posisi dokter gigi diisi oleh tenaga paramedis hal ini tidaklah cukup karena penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang kompleks dan dapat bermanifestasi ke organ lain dalam tubuh, sehingga dibutuhkan tenaga medis (dokter gigi) untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat kecil.

Muttaqin Halim

Dokter Gigi Honorer Puskesmas Lampulo, Banda Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved