Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Islam Berkembang di Rusia

Jumat, 16 Maret 2012 10:26 WIB

OLEH TAUFIQ MAULANA, Penerima Beasiswa Kemendiknas RI, kuliah di Moscow State Pedagogical University, melaporkan dari Moskow

SPIRIT keberagamaan mereka dibelenggu oleh paham komunis. Hampir 70 tahun mereka tidak leluasa mengamalkan apa yang menjadi keyakinan mereka. Siapa mereka? Itulah para penganut agama Islam di Rusia. Lalu, bagaimana Islam berkembang di Rusia sekarang? Inilah yang ingin saya laporkan dari Moskow.

Di Moskow, Kristen Orthodok merupakan agama terbesar. Kebesaran agama ini dapat dilihat dari arsitektur St. Basil yang berada di pusat Kota Moskow yang dibangun antara tahun 1555-1556.

Tapi, keindahan dan kemegahan yang melekat di St. Basil menyimpan sejarah yang sangat penting tentang perkembangan Islam Rusia, khususnya di Moskow. Bentuk kubah bangunan ini serupa dengan kubah masjid yang selama ini ada, namun ada sedikit perbedaan, yaitu adanya tanda salib simbol agama Kristen Orthodok. Gereja ini merupakan simbol penaklukan Kristen Orthodok atas Islam dan menandai kemenangan bangsa Rusia atas penaklukan Kazan yang pada saat itu dikuasai Bangsa Tartar-Mongol pada tahun 1552.

Tahun 2005, menurut Syekh Hazrat Rushan Abbasyof, seorang mufti Moskow, terdapat sekitar 23 juta penduduk Rusia yang Islam. Mereka lahir dari golongan etnik persekutuan Rusia. Di Moskow, terdapat lebih dari 2 juta orang muslim. Dengan jumlah ini, agama Islam merupakan populasi terbesar kedua setelah orthodok.

Perkembangan Islam di Rusia diawali oleh suku yang berada di Pegunungan Kaukasus, yaitu Dagestan. Bukti-bukti yang menguatkan masuknya Islam pertama kali di pegunungan ini yaitu dengan adanya makam para sahabat Rasullulah saw, seperti: Abdul Rahman bin Rabiah, Salman bin Rabiah, dan Surokah bin Amru. Hal ini menjadikan Dagestan sebagai pintu masuk Islam di Moskow. Ada pula Kazan dengan suku Tartar, sebagian besar penduduknya beragama Islam. Terlihat dari adanya masjid-masjid yang sangat besar dan indah serta adanya aktivitas keagamaan yang sehari-hari dilakukan penduduknya. Hal ini menjadikan Kazan sebagai pusat Islam terbesar di Rusia, selain Suku Dagestan di Pegunungan Kaukasus. Ada pula Checznya dengan “Madrasah Zelimkan” di mana anak-anak dan orang dewasa menimba ilmu agama dengan sangat baik.

Perkembangan Islam di Moskow dapat dibuktikan dengan adanya masjid yang berdiri dengan kokoh dan indah yang dibangun tahun 1904 (sebelum era komunis), kemudian dipugar tahun 2011.

Masjid Sabornaya merupakan masjid terbesar di Moskow. Masjid hijau ini terletak di Olimpiysky Avenue, dibangun oleh arsitektur bernama Nikolai Zurkhov. Di bawah pimpinan Ilyas Tazhiyev, masjid ini dipugar guna memperbaiki arah kiblatnya.

Selain Sabornaya, terdapat juga beberapa masjid yang berada di sekitar Moskow, di antaranya Masjid Park Pobedy, Masjid Yardam, dan Historical Mosque of Moscow. Masjid Park Pobedy merupakan masjid yang dibangun masyakarat muslim setelah era Uni Soviet. Tujuan dibangunnya masjid ini adalah untuk memperingati gugurnya para prajurit pada Perang Dunia (PD) II tahun 1941-1945. Hal ini menggambarkan bahwa betapa berkembangnya Islam dan unggulnya ekonomi masyarakat muslim di era persekutuan Rusia.  

Walaupun mereka merupakan populasi minoritas, namun komunitas muslim saat ini dinilai berkembang dengan sangat baik. Perkembangannya dapat dilihat dengan adanya sarana telekomunikasi meliputi portal, TV, dan radio yang berbasis Islam serta pasar halal. Hal ini bertolak belakang dengan era kesatuan soviet (Uni Soviet) karena kebebasan menganut agama Islam saat itu sangat dilarang.  

Kehidupan muslim di Moskow sekarang tidak jauh berbeda dengan kehidupan muslim di Indonesia. Mereka leluasa melakukan shalat serta mengkaji Alquran dan hadis. Mereka mengisi waktu luang untuk belajar mengaji di beberapa masjid besar. Seusai shalat berjamaah, mereka membentuk beberapa kelompok yang dipimpin seorang ustaz. Kios-kios dan toko buku yang menjajakan buku Islam juga sudah banyak di Moskow. Selain belajar di beberapa masjid, mereka juga belajar dari berbagai sumber seperti buku agama Islam.

Perkembangan Islam di Rusia, khususnya di Moskow saat ini sangatlah baik. Paham komunis yang mengungkung mereka selama ini membuat jiwa dan semangat mereka lebih kuat untuk terus mendalami Islam secara utuh. Inilah mereka, masyarakat muslim Rusia.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas