Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

AIT, Kampus yang Ramah Muslim

TEMPAT saya kuliah sekarang, Asian Institute of Technology (AIT) merupakan institut pascasarjana yang terletak di sebelah utara

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto AIT, Kampus yang Ramah Muslim
MEUTIA ZAHARA
OLEH MEUTIA ZAHARA MSc,  mahasiswi Program Doktor (S3) Agriculture di Asian Institute of Technology, melaporkan dari Thailand

TEMPAT saya kuliah sekarang, Asian Institute of Technology (AIT) merupakan institut pascasarjana yang terletak di sebelah utara kota metropolitan Bangkok, Thailand. Di kampus ini terdapat hampir 2.000 mahasiswa yang berasal dari 41 negara di empat benua. Hanya lima orang dari Aceh.

AIT menggalakkan perubahan teknologi maupun pembangunan di Asia dan Pasifik melalui pendidikan yang semua program akademiknya diajarkan dalam bahasa Inggris.

Bagi saya, hidup di negeri orang untuk kesekian kalinya selalu menjadi hal yang sangat menyenangkan, apalagi bila berkaitan dengan kultur dan budaya yang beragam. Banyak hal yang tak biasa saya alami semasa di Aceh, kini menjadi khazanah dan pengalaman baru bagi saya selama studi di Bangkok.

Misalnya, hampir setiap hari saya dan kawan-kawan seolah berada di India atau Nepal, Bangladesh, Myanmar, Filipina, Finlandia, Prancis, Afganistan, bahkan adakalanya seperti sedang berada di Arab Saudi. Ini karena, beragamnya penutur bahasa yang kuliah di kampus ini.

Namun demikian, komunikasi tetap terjalin hangat antarsetiap mahasiswa di kampus ini. Hal ini terlihat jelas ketika banjir besar beberapa bulan lalu meluluhlantakkan Bangkok, termasuk kampus kami. Sampai-sampai semua aktivitas kampus lumpuh. Hampir semua bangunan lantai satunya terendam banjir dan semua peralatan penting di dalamnya rusak parah.

Tapi justru pada saat itu banyak di antara mahasiswa yang menjadi sukarelawan dan membantu upaya evakuasi para mahasiswa dan civitas akademika lainnya ke sebuah kampus yang lokasinya tiga jam perjalanan dari Bangkok. Ini semua demi melanjutkan proses pendidikan yang tak boleh terhenti total oleh bencana alam, meskipun dengan harus meminjam sebuah gedung sebagai kampus sementara.

Seiring waktu, AIT yang dua bulan lalu masih porak-porakanda oleh banjir, kini mulai bangkit. Semua kerusakan kampus sudah diperbaiki.

Aktivitas mahasiswa pun sudah berjalan normal seperti sediakala. Kecintaan yang luar biasa akan kampus ini membuat semua jajaran kampus bahu-membahu dalam memperbaiki infrastruktur kampus seperti sediakala. Tanggal 24 Februari lalu secara resmi Presiden AIT, Prof Said Irandous mencanangkan hari kembalinya aktivitas akademik ke kampus induk setelah sebelumnya dipindahkan ke Hua-hin.

Seperti saya singgung di awal tadi, mahasiswa Aceh yang terdaftar di kampus ini hanya lima orang. Tersebar di tiga field of study: Aquaculture, Urban and Rural Planning, and Agriculture. Dua di antaranya baru datang ke kampus pascabanjir. Meski sangat terkejut melihat kondisi kampus yang hancur akibat banjir, namun mereka tetap gigih menimba ilmu di sini.

Kehidupan di Kampus AIT ini sangat memudahkan kami sebagai muslim. Boleh dikatakan, kampus ini sangat ramah atau peduli terhadap mahasiswa muslim. Kita diberi kemudahan tersendiri dalam urusan makanan, berpakaian, dan beribadah. Karena banyaknya mahasiswa muslim dari berbagai negara yang kuliah di sini, membuat pihak kampus secara khusus menyediakan makanan halal di kantin kampus dan menyediakan ruang khusus untuk shalat, sehingga memudahkan para ikhwan untuk tidak jauh-jauh mencari tempat pada waktu shalat Jumat tiba. Alhamdulillah, fasilitas-fasilitas ini berangsur-angsur mulai membaik dan lengkap.

Di sisi lain, para petinggi AIT sudah beberapa kali berkunjung ke Aceh dengan tujuan mencari mahasiswa yang kompeten untuk belajar di AIT. Namun, baru sebagian kecil yang memenuhi syarat untuk direkrut.

Menurut saya, ini kesempatan emas bagi kita semua jika ada yang berkeinginan melanjutkan pendidikan master atau doktor di institut internasional ini dan kembali ke Aceh untuk membangun nanggroe menjadi lebih baik dan bermartabat.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved