Selasa, 23 Desember 2014
Serambi Indonesia

Ratusan Warga Peureulak Datangi DPRK Aceh Timur

Rabu, 21 Maret 2012 08:38 WIB

Ratusan Warga Peureulak Datangi DPRK Aceh Timur
Ratusan warga Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRK Aceh Timur, Selasa (20/3). SERAMBI/ZUBIR
LANGSA – Sekitar 500 warga Aceh Timur terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Cek Mbon, Lubuk Pempeng, Seneubok Lapang, Kecamatan Pureulak Kota, Selasa (20/3) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, di Kota Langsa. Warga menuntut PT Padang Palma Permai (PPP) untuk menyerahkan kembali areal seluas 1.239 hektare kepada masyarakat.

Warga yang datang ke gedung dewan itu menggunakan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Kedatangan para pengunjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat puluhan anggota Polres Langsa, dan Satpol PP Aceh Timur. Dengan mengusung sejumlah poster dan spanduk, awalnya pengunjuk rasa berkumpul di jalan lintas depan pintu gerbang gedung DPRK. Sejumlah poster yang diusung pengunjuk rasa itu rata rata berisikan kritikan dan menghujat perusaan perkebunan tersebut.

Setelah berapa puluh menit menggelar orasinya, terkait tuntutan yang mereka bawakan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur. Kemudian sejumlah perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh sejumlah anggota DPRK Aceh Timur, termasuk Pj Bupati Aceh Timur, Ir Nasrullah Muhammad MSi MT. Pertemuan yang berlangsung selama 1 jam tersebut, berlangsung di ruang kerja Ketua DPRK Aceh Timur, Tgk Alauddin SE.

Koordinator aksi, Hasbi, dalam orasinya yang menggunakan pengeras suara mengatakan, mendesak Pemkab Aceh Timur untuk meminta perusahaan perkebunan itu segera meninggalkan lokasi yang berada di luar HGU, yaitu di titik lokasi Gampong Cek Mbon Kemukiman Blang Simpo Kecamatan Peureulak Kota.

Mendesak Pemkab supaya perusahaan perbeunan itu mengembalikan lahan  di Tualang Pateng, Kecamatan Peureulak Timur kepada warga. Selain itu mereka juga medesak Pemkab Aceh Timur segera mencabut izin lokasi Nomor 525/666/2011 tanggal 24 Nopember 2011, yang ditanda tangani mantan Bupati Muslim Hasballah, terhadap tanah seluas 1.239 hektare tersebut. Kemudian mendesak pemkab setempat mengukur ulang HGU perusahaan tersebut.Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WIB siang, usai menyerahkan poin-poin tuntutan kepada PJ Bupati Aceh Timur, Nasrullah Muhammad serta Ketua DPRK Aceh Timur Tk Alauddin, werga membubarkan diri.(c42)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas