A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Empat Rumah di Meureudu Musnah Terbakar - Serambi Indonesia
Jumat, 21 November 2014
Serambi Indonesia

Empat Rumah di Meureudu Musnah Terbakar

Selasa, 27 Maret 2012 08:35 WIB

Empat Rumah di Meureudu Musnah Terbakar
Empat rumah di Desa Rhieng Blang Meureudu, ludes dilalap api, Senin (26/3). PROHABA/ABDULLAH GANI
* Ayah Selamatkan Anak Berjibaku dengan Api

MEUREUDU - Musibah amuk terjadi di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay). Empat unit rumah milik warga Gampong Rhieng Blang, Senin (26/3) dinihari musnah dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kecuali hanya seorang mengalami luka ringan.

Sementara seorang remaja putra nyaris dibabakbelurkan massa, karena dipergoki dengan gelagat hendak menjarah di lokasi musibah.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Sumber api diduga berasal dari salah satu rumah yang ikut musnah. Api dengan cepat menjalar, sehingga hanya dalam tempo sekitar satu jam ke empat rumah yang letaknya berhimpitan ludes dilalap api. Jika tak segera mendapat pertolongan dari mobil pemadam, bisa jadi musibah akan lebih besar lagi.  

Ke empat rumah yang diamuk api masing-masing milik, Mustafa AR, Sofyan Kasim, Hamdiah serta milik Muhammad Daud. Dua unit diantaranya adalah rumah berkonstruksi permanen, sementara lainnya berkontsruksi kayu.

Pasca musibah, bantuan dari warga termasuk pemkab setempat terus mengalir. Dilaporkan, untuk sementara korban terpaksa menumpang tinggal di rumah familinya masing-masing.

Sofyan, salah seorang korban yang rumahnya ikut ludes jadi debu kepada Prohaba mengisahkan, ia terbangun saat mendengar suara gaduh. Alangkah terkejutnya, ketika menatap ke bagian atas samping rumahnya yang telah terkepung api. Melihat kobaran api yang sedang membumbung, ia pun bergegas untuk turun dari rumah untuk menyelamatkan diri. Belakangan teringat anaknya masih di peraduan.

Kendati api mulai menjalar ke rumahanya dan bara api pun mulai berjatuhan, tapi Sofyan nekat menerobos kembali ke dalam rumah mengambil anaknya yang masih tertidur pulas. Dalam kondisi kritis, ayah dari enam orang anak ini menerobos lautan api dan berhasil membawa lari si buah hatinya.

Belakangan, Sofyan baru merasakan jika di beberapa bagian tubuhnya tersambar api. “Ini luka terkena bara api,” kata Sofyan sambil menunjukkan sejumlah luka kepada warga yang mengerumuninya.  

Musibah yang tak kalah tragis juga dialami tiga rumah lainnya. Mustafa, yang sehari-hari berprofesi sebagai supir L-300 jurusan Banda Aceh ini, kecuali hanya pakaian di badan sementara semua harta benda ludes jadi debu. Ia nyaris pingsan tatkala melihat rumahnya terbakar. Sementara Hamdiah (janda-red), yang kebetulan saat musibah itu terjadi, bersama anaknya sedang di Banda Aceh.

Keuchik Rhieng Blang, Bahagia HM Yahya yang dikonfirmasi kemarin membenarkan, empat rumah milik warganya musnah terbakar. Tiga unit mobil pemadam serta sejumlah relawan PMI setempat ikut membantu musibah. Taksiran sementara kerugian hampir mencapai Rp 200 juta. Pasca musibah, bantuan terus mengalir. Selain dari pemkab juga dari warga yang disalurkan secara perorangan.

Di tengah sibuknya warga menghadapi musibah, tiba-tiba mereka dihebohkan dengan teriakan maling. Tak ayal, massa pun beralih perhatian sambil berlari melihat apa sebenarnya yang terjadi. Belakangan diketahui seorang remaja ditangkap karena dicurigai hendak mencuri di sebuah kios tak jauh dari lokasi kebakaran. Untung saja, pria tanggung itu secepatnya diamankan oleh seorang tentara ke Mapolsek. Jika tidak, mungkin remaja tersebut runyoh dihambo (babak belur-red) warga yang sedang emosi.

Sumber di Mapolsek Meureudu kemarin membenarkan kasus tersebut. Awalnya yang diamankan satu orang, tapi belakangan menjadi dua orang dan pada malam itu juga kedua remala asal kecamatan setempat kembali dilepas setelah menjalani pemeriksaan pihak kepolisian.(ag)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas