Kofi Annan: Krisis Suriah Tak Boleh Berlarut
Senin, 26 Maret 2012 23:58 WIB

net
Kofi Annan, Mantan Sekjen PBB
Berita Terkait
- Krisis Minyak Solar Landa SPBU Lawe Desky, Aceh Tenggara
- Kisah Cinta Yusef dan Ghada di Tengah Perang Suriah
- Delapan Kecamatan di Aceh Barat Krisis Bensin
- Krisis Pangan, 25 Balita Makan Singkong
- Assad Tidak Akan Biarkan Skenario Asing Lemahkan Suriah
- 17 Bulan Konflik, Suriah Didera Masalah Kemanusiaan…
- Pembelot Kelas Kakap Suriah Sebut Assad Diambang Kehancuran
- Lagi, 3 Muslim Rohingya Tewas
- Suriah dan Rohingya Jadi Bahasan Utama OIC
- Mahasiswa Ikut Terjun ke Medan Perang Lawan Rezim…
SERAMBINEWS.COM - Juru bicara mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, Ahmad Fawzi, mengatakan, Suriah secara resmi telah menanggapi enam poin rencana perdamaian yang diajukan oleh Annan, utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, dan didukung oleh kekuatan dunia lainnya, Senin (26/3/2012).
"Pemerintah Suriah secara resmi telah menanggapi Utusan Khusus Bersama untuk Suriah, enam poin rencana perdamaian Kofi Annan, yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB. Annan sedang mempelajari itu dan akan merespon secepatnya," ujar Ahmad Fawzi seperti dikutip Reuter tanpa menyebut rincian lebih lanjut.
Sebelumnya, usai bertemu presiden Rusia, Dmitry Medvedev, Annan mengatakan kepada wartawan di Moskow, dia tidak bisa menetapkan batas waktu untuk resolusi krisis Suriah setelah satu tahun terjadi pertumpahan darah. Namun, menurutnya krisis ini tidak boleh berlarut-larut.(*)
"Pemerintah Suriah secara resmi telah menanggapi Utusan Khusus Bersama untuk Suriah, enam poin rencana perdamaian Kofi Annan, yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB. Annan sedang mempelajari itu dan akan merespon secepatnya," ujar Ahmad Fawzi seperti dikutip Reuter tanpa menyebut rincian lebih lanjut.
Sebelumnya, usai bertemu presiden Rusia, Dmitry Medvedev, Annan mengatakan kepada wartawan di Moskow, dia tidak bisa menetapkan batas waktu untuk resolusi krisis Suriah setelah satu tahun terjadi pertumpahan darah. Namun, menurutnya krisis ini tidak boleh berlarut-larut.(*)
Editor : snajli
Sumber : Serambi Indonesia
