Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Hujan Es Guyur Aceh Barat

Rabu, 28 Maret 2012 09:22 WIB

MEULABOH - Aceh Barat dilanda puting beliung dan hujan es, Senin (26/3) sore. Akibatnya, tiga rumah dan sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Pante Ceureumen, rusak parah. Pada waktu bersamaan, Gayo Lues (Galus) dilanda angin kencang dan hujan deras, sehingga gedung DPRK setempat jebol atap sengnya. Satu ruangan rusak parah. Selain itu, puluhan baliho calon bupati setempat dan calon gubernur Aceh tumbang.

Dahsyatnya puting beliung di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, menyebabkan sebagian besar warga di kawasan pedalaman itu panik dan histeris. Uniknya lagi, puting beliung itu disertai hujan es yang butirannya sebesar batu kerikil.

Bukan saja merusak tiga rumah warga, puting beliung itu juga menyebabkan arus listrik di Kecamatan Pante Ceureumen padam total hingga Selasa (27/3) siang. Ini karena, sebatang pohon besar tumbang dihantam puting beliung, lalu menimpa kabel listrik.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Namun, rumah warga yang rusak baru kita temukan tiga unit,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto melalui Kapolsek Pante Ceureumen, Ipda Lahmuddin Genot kepada Serambi, Selasa siang.

Rumah yang rusak itu masing-masing milik Syarifuddin, warga Desa Manjeng, Ansari DS, warga Desa Pante Ceureumen, dan Mahmud, warga Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen. Karena rusaknya parah, ketiga rumah itu sama sekali tak bisa ditempati lagi. Pemiliknya terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat.

Menurut Ipda Lahmuddin, puting beliung yang disertai hujan es itu terjadi sekitar 30 menit. Warga panik, mengingat terjadinya sangat tiba-tiba saat warga sedang bersiap-siap menunaikan shalat Magrib.

Ipda Lahmuddin menambahkan, puting beliung itu juga merusak beberapa bangunan di lingkungan Mapolsek Pante Ceureumen.Ia mengaku sudah mengerahkan personel polisi untuk melakukan penanganan darurat. Salah satunya adalah dengan memotong pohon besar yang menimpa jaringan listrik di wilayah pedalaman itu.

Menurut Lahmuddin, hujan es yang baru pertama terjadi di wilayah itu ukurannya sebesar butiran kerikil. Ramai warga yang mengumpulkannya. Namun, tak lama kemudian es yang terbawa angin puting beliung itu mencair.

Camat Pante Ceureumen, Muhammad Kasim mengaku sudah melaporkan musibah itu kepada pihak terkait di jajaran Pemkab Aceh Barat agar ditangani secepatnya.

Dari Blangkejeren dilaporkan, angin kencang disertai hujan deras melanda sebagian daerah di Kabupaten Galus, Senin (26/3) sore. Akibatnya, atap seng dan sebuah ruang rapat di lantai dua Gedung DPRK Galus rusak parah. Selain itu puluhan baliho calon bupati/wakil bupati setempat serta calon gubernur/wakil gubernur Aceh yang ikut pilkada bulan depan, tumbang.

Tempat parkir kendaraan pegawai Dinas Perindagkop dan UKM Galus juga dilaporkan rata dengan tanah, setelah disapu angin kencang.

Pantuan Serambi, ruang yang rusak parah di lantai dua gedung DPRK Galus itu kini digenangi air hujan. Sampai kemarin siang kerusakannya belum diperbaiki. Ruang ini dulunya sering digunakan anggota dewan untuk rapat.

Meski puluhan baliho kampanye kandidat kepala daerah tumbang ke badan jalan, namun hal itu tidak sampai menganggu para pemakai jalan. Baliho yang rubuh itu, antara lain, berada di depan Kompleks TVRI Jalan Kong Bur dan di depan kantor PMI setempat.

Menurut Ketua DPRK Galus, Muhammad Amru, saat kejadian masih ada beberapa petugas keamanan penjaga kantor serta pegawai sekretariat DPRK di dalam gedung itu. Namun, tidak ada yang terluka. Diakuinya, kerusakan pada ruang rapat di lantai dua itu belum diperbaiki sampai kemarin, namun akan segera diperbaiki. (edi/c40)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas