Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Reid: Senat Pertimbangkan Sangsi Baru Untuk Iran

Rabu, 28 Maret 2012 00:43 WIB

SERAMBINEWS.COM -- Pemimpin Partai Demokrat Harry Reid mengatakan Senat segera mempertimbangkan sebuah paket sanksi baru yang diusulkan untuk menargetkan pendapatan minyak Iran.

Sanksi akan fokus pada perusahaan tanker dan bank asing yang menangani transaksi untuk minyak nasional Iran, termasuk sejumlah tindakan yang bertujuan untuk menutup celah dalam sanksi yang telah berlaku.

Sanksi telah membuat Teheran semakin sulit untuk menjual minyak dan memperlambat program nuklir Iran, yang menurut Teheran pengembangan nuklir yang mereka lakukan murni untuk tujuan sipil. Sedangkan Barat menuduh program ini akan digunakan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

"Saya telah mengingatkan Pemimpin Republik (Mitch McConnell), saya akan segera meminta persetujuan untuk meneruskan tindakan ini," kata Reid di Senat, Selasa (27/3/2012).


"Sanksi yang diterapkan merupakan perangkat utama, karena tujuan kami untuk menghentikan (Iran) mendapatkan senjata nuklir, mengancam Israel dan akhirnya membahayakan keamanan nasional AS," imbuh Reid.

Langkah-langkah baru yang diusulkan akan memudahkan upaya Amerika Serikat dan negara Barat lainnya untuk menerapkan sanksi minyak dan perbankan kepada Iran. Beberapa anggota parlemen mengajukan tambahan sanksi yang akan menghukum penjamin yang menjamin minyak dan perdagangan gas dengan Iran, memblokir perusahaan asing yang berurusan dengan perusahaan-perusahaan energi Iran di pasar keuangan AS, dan melarang perusahaan asing yang membeli minyak dari Iran untuk membeli minyak cadangan darurat AS.

Reid menegaskan senator Demokrat telah sepakat untuk melanjutkan RUU itu tanpa ada perubahan, yang dapat mempercepat voting. Namun dia menambahkan senator dari Partai Republik mungkin akan mendesak untuk mengubah RUU tersebut.

"Perubahan RUU saat ini hanya akan memperlambat proses," ketusnya.(*)

Sumber: Reuters
Editor: snajli

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas