Citizen Reporter
Raja Dorong Rakyat Cintai Buku
TAHUN ini Asosiasi Penerbit Internasional sepakat mengadakan pameran buku tingkat internasional di Abu Dhabi
TAHUN ini Asosiasi Penerbit Internasional sepakat mengadakan pameran buku tingkat internasional di Abu Dhabi. Semua negara yang memberi perhatian pada buku ikut serta dalam pameran ini, termasuk negara-negara Eropa, Amerika, dan Inggris. Penerbit-penerbit terkenal di Mesir dan Beirut yang selama ini sangat terkenal di Indonesia, seperti Al-Halabi, juga hadir dalam pameran ini.
Pada pameran ini kita dapat mengukur bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan umat manusia sekarang ini, termasuk dalam bidang ilmu agama.
Pameran dibuka pada Rabu, 28 Maret 2012 oleh Raja Abu Dhabi yang diwakili oleh adiknya. Pameran berlangsung sepuluh hari di gedung utama Pameran Internasional Abu Dhabi. Kegiatan pameran ini juga diselingi oleh beberapa kegiatan lain, seperti pertemuan penerbit tingkat internasional, pertemuan penulis tingkat internasional, juga seminar mengenai hak cipta (copyright).
Perhatian Raja
Pameran buku tingkat internasional itu disepakati diadakan di Abu Dhabi justru karena raja meminta agar pada tahun ini pameran buku intertasional diadakan di negaranya. Tidak seperti biasanya, panitia pameran harus bekerja keras mencari dana untuk kegiatan tersebut, pada pameran kali ini semua kebutuhan dana dan fasilitas ditanggung oleh kerajaan. Termasuk para penerbit yang biasanya harus membayar stand, kali ini semua disediakan gratis.
Raja Abu Dhabi ingin rakyatnya senang pada buku dan ganderung pada pendidikan. Selama ini juga semua biaya pendidikan di Abu Dhabi ditanggung oleh kerajaan, mulai dari TK sampai perguruang tinggi. Untuk tingkat SD sampai SMA semua buku juga disediakan oleh kerajaan. Sementara untuk perguruan tinggi, bagi anak Abu Dhabi yang mau masuk perguruan tinggi akan dibiayai oleh kerajaan.
Untuk diketahui, di Abu Dhabi sendiri terdapat hampir semua perguruan tinggi terkenal di dunia, baik yang ada di Inggris ataupun di Amerika.
Sayangnya, menurut seorang pemuda, sekolah-sekolah tersebut lebih banyak dinikmati oleh orang-orang luar. Kebanyakan anak pria Abu Dhabi senang memilih kerja daripada sekolah. Karena itu, kalau dilihat dari persentase rakyat Abu Dhabi yang masuk perguruan tinggi, justru lebih banyak kaum perempuan. Itulah Abu Dhabi kini. Wajar bila kemudian rajanya sangat proaktif mendorong warganya untuk cinta buku dan menyukai pendidikan hingga level tertinggi.
* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com