BBM Langka di Singkil
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Ibukota Aceh Singkil, Kamis (29/3) tutup, lantaran kehabisan stok
SINGKIL - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Ibukota Aceh Singkil, Kamis (29/3) tutup, lantaran kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini, mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM, kalaupun ada di pengecer stoknya mulai menipis, dan dijual nyaris dua kali lipat dari harga resmi.
Pantauan Serambi, SPBU di kawasan Pulau Sarok, yang merupakan jantung ibukota Aceh Singkil tutup, BBM jenis premium maupun solar tak ada dijual. Sedangkan di pedagang eceran masih tersedia dalam jumlah terbatas, dengan harga Rp 7.000 sampai dengan Rp 8.000 per liter. “Harganya Rp 7.000 per liter, karena di galon (SPBU-red), tidak ada lagi jual,” kata Mirna (35) pedagang bensin eceran di Singkil.
Dalam beberapa hari terakhir ini, begitu pasokan BBM masuk ke SPBU akan langsung diserbu pembeli dengan membawa jerigen. Sehingga persedian bahan bakar di SPBU paling bertahan sehari. Belum terlihat ada upaya penertiban dari aparat terkait, kendati aksi borong BBM terus terjadi di SPBU yang ada di Aceh Singkil.
Di Aceh Singkil, terdapat tiga SPBU, masing-masing di Pulau Sarok, Kecamatan Singkil, Rimo, Gunung Meriah dan Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan. Kemarin, SPBU Rimo dan Lipat Kajang masih berjualan BBM, namun pembeli harus sabar menagntri.
Bila bahan bakar minyak resmi naik menjadi Rp 6.000 per liter maka, di tingkat pengecer diperkirakan dijual Rp 10.000 per liter. Hal itu jelas akan menambah beban hidup masyarakat ekonomi lemah, karenanya warga mendesak, Pemkab Aceh Singkil, membuat kebijakan penetapan harga eceran BBM tertinggi di pengecer.(c39)
spbu di singkil
* SPBU Pulau Sarok, Kecamatan Singkil
* SPBU Rimo, Kecamatan Gunung Meriah
* SPBU Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan