A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Tiga Janda Osama Divonis 45 Hari Penjara - Serambi Indonesia
Minggu, 23 November 2014
Serambi Indonesia

Tiga Janda Osama Divonis 45 Hari Penjara

Senin, 2 April 2012 20:23 WIB

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Pengadilan Pakistan menjatuhkan vonis pada tiga janda dan dua putri Osama bin Laden atas kejahatan masuk dan tinggal secara ilegal di negara itu. Masing-masing divonis 45 hari hukuman penjara dengan dipotong masa tahanan, kata pengacara kelima perempuan itu.


Lima perempuan itu berada dalam tahanan sejak Mei 2011 setelah pasukan komando Amerika Serikat menewaskan bin Laden di kediaman mereka di Abbottabad, Pakistan. Di rumah itu pendiri kelompok Al Qaeda itu tinggal selama enam tahun bersama keluarganya.


Pihak berwajib Pakistan secara resmi menangkap kelima perempuan itu pada 3 Maret 2012. Jadi mereka tinggal menjalani hukuman selama minggu sebelum dideportasi ke tanah air masing-masing bersama anak-anak Osama yang masih di bawah umur, papar pengacara mereka, Mohammed Amir Khalil. Dijelaskan oleh Khalil, dua janda Osama berkebangsaan Arab Saudi dan seorang lainnya merupakan warga negara Yaman.


Khalil mengatakan Yaman sudah menyetujui kembalinya satu istri Osama, namun dia masih membicarakan nasib dua istri lainnya dengan pemerintah Saudi. Seperti diketahui, Arab Saudi sudah mencabut kewarganegaraan Osama bin Laden pada 1994 karena serangan verbalnya terhadap keluarga kerajaan itu.


Lima perempuan itu juga diperintahkan membayar denda, masing-masing 110 dollar AS. Denda itu, ujar Khalil, sudah dibayar dan mereka tidak akan mengajukan banding atas vonis pengadilan itu.


Islamabad sangat marah oleh penyergapan Osama di tanah mereka karena tidak mendapat informasi sebelumnya. Para pejabat Pakistan mengtakan, mereka tidak mengetahui bahwa pemimpin Al Qaeda itu bersembunyi di Abbottabad. Namun banyak kalangan di Washington yang tidak mempercayainya karena rumah persembunyian Osama dekat sekali dengan akademi militer ternama Pakistan.


Hingga kini AS belum mendapatkan bukti yang mengindikasikan pejabat senior Pakistan mengetahui keberadaan Osama.


Namun sejumlah detail yang terungkap dari interogasi terhadap istri termuda Osama, Amal Ahmed Abdel-Fatah al-Sada, menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana Osama bisa tidak terdeteksi selama bertahun-tahun di Pakistan setelah serangan 11 September 2001.


Setelah meninggalkan Afganistan, Osama tinggal di lima rumah persembunyian selama sembilan tahun dalam pelarian di Pakistan. Selama itu dia memiliki empat anak, dua di antaranya lahir di rumah sakit pemerintah, menurut laporan tentang interogasi al-Sada, yang diperoleh Associated Press.


Al-Sada mengaku dia terbang ke Pakistan pada 2000 dan pergi ke Afganistan untuk menikah dengan Osama sebelum Serangan 11 September.


Setelah itu, keluarga mereka terpencar dan dia pergi ke Karachi, Pakistan. Dia bertemu kembali dengan Osama di Peshawar dan pindah ke Swat Valley, dan tinggal di dua rumah di tempat itu. Mereka pindah satu kali lagi sebelum berdiam di Abbottabad pada 2005.


Menurut laporan, al-Sada mengatakan dua dari anak-anaknya dilahirkan dilahirkan di rumah sakit pemerintah, namun dia hanya selama "dua tau tiga jam" berada di klinik untuk kedua kelahiran itu.


Dalam berita acara pemeriksaan, ketiga janda Osama itu mengaku menyerahkan identitas palsu kepada pihak berwenang.


Militer Pakistan sendiri mendapat kecaman dari dalam negeri karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah serbuan AS. Rakyat Pakistan pun menilai kehadiran Osama tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun menunjukkan ketidakmampuan militer.
Editor: Boyozamy
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas