Selasa, 9 Juni 2026

Citizen Reporter

Nikahi Janda, Dapat Insentif Dobel

PENDUDUK Uni Emirat Arab sekarang berjumlah sekitar enam juta orang. Tapi, rakyat Uni Emirat sendiri hanya 12 persen saja

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Nikahi Janda, Dapat Insentif Dobel
M. HASBI AMIRUDDIN
OLEH M. HASBI AMIRUDDIN, Guru Besar di IAIN Ar-Raniry, melaporkan dari Abu Dabi

PENDUDUK Uni Emirat Arab sekarang berjumlah sekitar enam juta orang. Tapi, rakyat Uni Emirat sendiri hanya 12 persen saja. Selebihnya adalah pendatang yang berasal dari berbagai belahan dunia untuk bekerja dan berbisnis.

Penghasilan terbesar di Uni Emirat ini adalah minyak dan gas (migas) yang terdapat dalam wilayah Kerajaan Dubai dan Kerajaan Abu Dhabi. Kendati stok migas mereka sebenarnya dapat dieksplorasi selama 200 tahun, tapi kerajaan tidak mengandalkan migas saja. Raja terus-menerus berusaha meningkatkan skill anak negeri, terutama di bidang jasa. Karena itulah kerajaan sangat memberi perhatian pada keahlian skill anak negeri dalam bidang jasa.

Menurut data statistik, penghasilan kerajaan dari migas hanya 20 persen saja, selebihnya dari sektor jasa. Mereka tidak perlu khawatir akan kehabisan sumber alamnya.

Kendati jumlah penduduk lebih banyak pendatang, terutama di Abu Dhabi, tapi rakyatnya tidak cemburu pada imigran, karena ekonominya tetap di tangan anak negeri, terutama raja-raja.

Hanya saja, gara-gara penduduk yang tidak seimbang (mayoritas pendatang), ternyata memberi pengaruh pada budaya anak negeri. Agaknya akan sulit sekali dipertahankan budaya mereka jika terus-menerus komposisi penduduknya seperti ini. Soalnya, berbagai bangsa membawa budayanya masing-masing ke Abu Dhabi. Sekarang secara kasat mata juga kita bisa lihat berbagai budaya itu. Sehingga jika kita lihat secara sepintas Abu Dhabi bukan negara yang berbudaya Islam.

Untuk mengatasi terjadinya distorsi dari segi kebudayaan, karajaan menerapkan beberapa kebijakan. Mereka mendorong agar anak-anak muda mereka agar cepat menikah. Sudah menjadi budaya masyarakat Arab nikah ketika benar-benar matang dari segi ekonomi, sehingga terkadang prianya baru menikah ketika berumur tua. Oleh karena itu, sekarang kerajaan telah membuat qanun untuk memberi insentif kepada anak muda yang mau nikah dalam umur muda, termasuk disedikan rumah.

Demikian juga kalau seorang istri melahirkan, seberapa pun anak yang dia lahirkan semua akan dibiayai oleh kerajaan. Kerajaan ingin agar jumlah penduduk aslinya dapat mengimbangi jumlah pendatang di masa mendatang.

Memang ada dampak negatif dari kebijakan memberi insentif kepada kaum muda untuk nikah dini, yaitu semakin banyak janda. Oleh karena itu, kerajaan sekarang memberikan insentif lain. Siapa yang mau nikah dengan janda akan diberikan insentif double (ganda). Jika mampu mengawini dua janda, maka insentifnya triple. Nah, ada yang tertarik?

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved