Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

Sepasang Suami Istri di Pidie Terkena HIV

Rabu, 4 April 2012 09:16 WIB

SIGLI - Terhitung tahun 2008-2011 Dinas Kesehatan (Diskes) Pidie mencatat sebanyak sembilan orang warga di kabupaten itu terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Namun, tiga penderita diantaranya telah meninggal dunia, dua penderita lainnya telah kabur (pindah dan tak diketahui alamatnya). Sehingga tinggal empat kasus yang hingga masih dalam penanganan medis. Dua diantaranya penderita HIV itu adalah pasangan suami istri.

Hal itu disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Pidie, drg M Rizal Faisal MARS saat memberi sambutan pada acara seminar HIV/AIDS yang dilaksanakan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pidie, di Sigli, Selasa (3/4). Menurut Kadiskes Pidie, jumlah penderita HIV/AIDS diyakini melebihi dari data yang dimiliki dinas saat ini. “Sembilan penderita yang terdeteksi ini hanyalah dalam jumlah kecil karena mereka memeriksa kesehatannya, tapi masih banyak penderita yang belum terdeteksi karena mereka malu memeriksa kesehatan takut ketahuan menderita dengan penyakit tersebut,”katanya.

Rata-rata penderita HIV, lanjut dia, adalah masyarakat Pidie yang baru pulang dari perantauan. Sedangkan empat dari sembilan penderita masih mendapatkan perawatan dari Dinas Kesehatan Pidie dengan bantuan bantuan Global Fund. “Dua orang penderita tidak berobat lagi karena hilang dari peredaran, dua orang telah pindah sehingga dinkes kesulitan melacak alamatnya. Meski begitu kami terus memantau,”ujarnya.

Di sisi lain, drg Faisal mengaku, penularan penyakit virus HIV itu melalui jarum infus, hubungan badan, transfusi darah. Karena itu, Kadiskes Pidie mengharapkan para perawat juga waspada saat menangani pasien HIV. “Jarum infusnya segera dibuang dengat memakai sarung tangan. Kita baru tahu terdeteksi HIV setelah tiga bulan kemudian,” tuturnya.

Ketua PPNI Pidie, H Amir Hamzah menyebutkan, seminar HIV berlangsung sehari diikuti sebanyak 200 perawat mewakili dari 26 Puskesmas. Ditambah mahasiswa kesehatan dari perguruan tinggi di Sigli.

Tujuan seminar guna meningkat pengetahuan perawat tentang bahaya HIV. “Ini juga dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 38 PPNI,”tutur Amir Hamzah.

Disebutkan, pemateri seminar tersebut antara lain, adalah dr Anwar dari Komisi Penanggulang HIV Provinsi Aceh. Acara ini dibuka oleh Pj Bupati Pidie yang diwakili Asisten II Setdakab Pidie, Drs Syukri M Yusuf.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Pidie, Agusmiati SSi.T menyebutkan, dari sembilan orang penderita HIV itu dua diantaranya ditemukan saat petugas turun ke salah satu Rumah tahanan (Rutan) di Pidie. “Kami temukan seorang laki-laki penghuni rutan positif HIV dan diperiksa lagi istrinya juga telah terjangkit HIV,” kata Agusmiati.(aya)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas