Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

236 Pasien Antre untuk Operasi

Sabtu, 7 April 2012 12:48 WIB


* RSUZA Hanya Mampu Tangani 18 Pasien/Minggu

BANDA ACEH - Hingga saat ini jumlah pasien Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang harus antre atau menunggu giliran operasi di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, mencapai 236 orang. Sementara pihak RSUZA yang memiliki fasilitas medis yang cukup baik dan lengkap, hanya mampu melakukan operasi sekitar 18 pasien per minggu.

Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Taufiq Mahdi SpOG didampingi staf pelayanan medis, dr Ivo, yang ditanyai Serambi kemarin, mengatakan ratusan pasien tersebut merupakan rujukan dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Dari jumlah antrean tersebut, 156 orang pasien operasi bedah tulang (ortopedi), dan sisanya bedah tumor (onkologi).

“Untuk pasien bedah tulang sebanyak 156 orang, baru akan selesai dioperasi akhir Juli 2012. Itupun kalau jumlahnya tidak bertambah lagi. Karena dalam satu minggu jumlah pasien yang bisa dioperasi sekitar 18 orang,” kata Taufik Mahdi.

Sedangkan untuk pasien bedah tumor yang jumlahnya 80 orang itu, tambah Taufik, jika jumlahnya tidak bertambah, baru akan selesai dioperasi seluruhnya, akhir Mei. Hal ini disebabkan jumlah pasien yang mampudioperasi dalam satu minggu hanya 10 orang.

Menurut Taufik, terbatasnya jumlah pasien yang mampu dioperasi, antara lain disebabkan ruang operasi di RSUZA terbatas. Ruang bedah operasi tulang dan tumor masing-masing hanya ada satu ruangan. Sementara jumlah rujukan pasien terus bertambah setiap minggu.

Taufik mengatakan, salah satu solusi mengatasi lonjakan antrean pasien bedah tulang dan bedah tumor ini, mengoperasikan kembali ruang rawat inap dan ruang operasi di kompleks RSUZA lama. Pihaknya membutuhkan dana lagi sebesar Rp 150 miliar untuk memperbaiki ruangan tersebut. Namun, manajemen rumah sakit tak punya dana sebesar itu.(her)


* tanggapan pengawas jka
Segera Lapor ke Gubernur

ANTREAN panjang pasien ini harus segera dicari solusi. Pihak rumah sakit harus segera melapor ke Gubernur dan Pimpinan DPRA. Banyaknya antrean pasien bedah ini, menurut saya, erat kaitannya dengan program berobat gratis yang dilakukan Pemerintah Aceh sejak 1 Juni 2010 hingga kini.

* Rustam Effendi, Ketua Dewan Pengawas JKA.(her)


* tanggapan dpra
Jangan Kecewakan Rakyat


PERSOALAN ini harus dicarikan solusi secepatnya. Karena jika tidak adasolusi, masyarakat akan kecewa dengan program JKA yang dapat menjamin mereka untuk operasi penyakitnya tanpa biaya, sebagaimana yang dijanjikan oleh Pemerintah Aceh.

* Drs Sulaiman Abda
, Wakil Ketua III Koordinator Bidang Kesehatan Aceh DPRA.(her)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas