Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Kek Maknu Tewas Ditabrak Mopen

Sabtu, 7 April 2012 09:28 WIB

* Terperosok Lobang, Imran Tersungkur
 

LHOKSUKON - M Nur atau akrab disapa Kek Maknu (83), warga Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tewas ditabrak mobil penumpang (mopen) jenis Isuzu Jumbo dengan nomor polisi BL 7511 NL di Desa Alue Bilie, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Kamis (5/4) sore.

Kecelakaan di jalan raya juga terjadi di Bireuen. Seorang pengendara sepeda motor (bikers) bernama Imran (28), tersungkur setelah terperosok lobang menganga di kawasan Simpang Cureh, Kota Juang, Bireuen, Kamis (5/4) malam. Akibatnya, Imra terpaksa masuk UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

Informasi yang dihimpun Prohaba, Jumat (6/4), menyebutkan, mopen yang dikemudikan Ridwan (31), warga Desa Paya Bujok, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa itu, datang dari arah Medan menuju Banda Aceh. Setibanya di lokasi kejadian, Kek Maknu yang mengenderai sepedea, rupanya hendak menyeberang jalan lintas Medan-Banda Aceh tersebut.

Melihat Kek Maknu sedang melintas, Ridwan yang mengemudikan mopen tersebut berusaha menghindar dengan cara membanting stir ke kiri jalan. Akibatnya, mopen itu pun terperosok ke parit sebelah kiri jalan.

“Ketika membanting stir itulah, mopen itu menabrak Kek Maknu. Akibatnya, Kek Maknu langsung meninggal dunia di lokasi kejadian,” sebut Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE melalui Kasat Lantas Ipda Mega Teutuko, kemarin. Ditambahkan dia, usai tabrakan, pihak kepolisian langsung mengamankan barang bukti berupa sepeda yang dikenderai Kek Maknu dan mopen Isuzu Jumbo tersebut ke pos Polantas di Panton Labu, Aceh Utara.

 Terperosok lobang
Sementara itu, lobang menganga di Jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Simpang Cureh, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen, kembali memakan korban. Pada Kamis (5/4) malam, seorang pengendara motor tersungkur setelah terperosok ke lobang itu, sehingga sang bikers harus diboyong ke UGD RSUD Bireuen.

Informasi yang diperoleh Prohaba menyebutkan, korban bernama Imran (28), warga Gampong Jawa Baru, Banda Sakti, Lhokseumawe, harus dirawat karena bahu kirinya robek dan luka-luka di beberapa bagian tubuh lainnya. Sementara Sepmor Satria F BL 3572 FZ yang dikendarainya rusak.

“Saat itu, saya datang dari Lhokseumawe hendak ke Banda Aceh, saat tiba di kawasan Simpang Cureh, saya tidak melihat ada lobang di jalan karena ditutupi air, ketika itu juga sedang turun hujan. Tahunya, saya jatuh dan terpelanting ke lobang, syukur di belakang saya tidak ada kendaraan lain yang melintasnya,” kata Imran.

Menghindari jatuhnya korban lanjutan, sejumlah pihak mengharapkan pemerintah segera memperbaiki lobang tersebut. Sebab, selain Imran, menurut warga, beberapa pengendara lainnya juga sudah pernah terjebak di ‘lobang maut’ itu.

Kadis PU Tamben Bireuen, Ismunandar, Jumat (6/4), mengatakan, perbaikan lobang jalan di ruas Jalan Banda Aceh-Medan, merupakan tanggung jawab provinsi. Pihak PU Tamben Bireuen sendiri, sebutnya, sudah melaporkan sejak lama tentang banyaknya lobang di jalan negara yang dapat membahayakan pengendara tersebut.(ib/c46/c38/yus)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas