HPL Digemari Untuk Dapur Minimalis
Penggunanan HPL atau High Pressure Laminate semakin sering digunakan para konsumen untuk melapisi dan memperindah furnitur
“Penjualan HPL makin meningkat sejak tren desain minimalis masuk ke Banda Aceh beberapa tahun terakhir. HPL banyak diminati oleh produsen furnitur maupun konsumen. Harga jualnya bervariasi tergantung merek dan kode warna, mulai dari Rp 175.000 per lembar hingga Rp 650.000 perlembar,” kata Maria, Karyawan Toko Serba Interior di Jalan Mohammad Jam No 75, Banda Aceh, Sabtu (7/4).
Warna yang paling laris, ujar Maria adalah golden teak, new green walnut, kalmer maple, dan dark kraftwood. “Pembeli di Banda Aceh lebih banyak memilih merek Violam dan Taco dengan warna kayu coklat muda, coklat tua, dan hitam,” sebut dia.
Satu lembar HPL memiliki ukuran panjang 240 cm dan lebar 120 cm, dengan ketebalan 0,6 sampai 1 mm. “Ukuran selembar HPL sama dengan selembar triplek. HPL dipakai sebagai pelapis akhir pada furnitur berbahan kayu solid. Cara pakainya cukup dilem pakai lem 168, Prima D, Aica Aibon, atau lem kibon kuning. Tekstur dan desainnya bermacam-macam,” ujar Maria.
Menurut dia, pembeli banyak memilih HPL untuk melapisi set perabotan karena lebih leluasa memilih motif dan warna yang lebih ekslusif. Pemakaian HPL pada furnitur model minimalis memangkas waktu produksi untuk lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
“Motif dan warna HPL dijamin sama apabila satu tipe, walaupun ada ratusan motif pilihan, tinggal catat saja kode warnanya. Perabotan berlapis HPL juga mudah dibersihkan, rapi, dan lebih tahan benturan, goresan atau panas,” imbuh dia.(ami)