Sopir Bus Sekolah Ngaku Dikeroyok
Minggu, 8 April 2012 08:32 WIB
Share |
080412foto.1_.jpg
Muzakkir Mansur (25) warga Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Sabtu (7/4) ditemani keluarganya saat dirawat di RSU Sigli. Korban menderita memar di mata kanan, pungung dan leher diduga dipukul oknum polisi berbaju preman saat duduk di teras ruko terletak di Kota Mini Beureunuen, Rabu (4/4) sekira pukul 23.00 WIB. PROHABA/M NAZAR
SIGLI - Muzakkir Mansur (25) warga Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, mengaku dikeroyok beberapa lelaki, saat duduk di teras ruko di Kota Mini Beureunuen, Rabu (4/4) sekira pukul 23.30 WIB jelang tengah malam. Hingga Sabtu (7/4) kemarin, lelaki itu masih dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli.

Akibat pengeroyokan itu, Muzakkir yang berprofesi sebagai sopir bus sekolah, menderita memar di bagian mata kanan, punggug, leher dan tangan kanan tergilir.

Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan mobil salah satu kandidat cabup/cawabup Pidie meluncur di jalan nasional dari arah timur. Setiba di depan Telkom di Kota Mini, beberapa lelaki turun dari mobil dan bergegas merangsek ke sejumlah warga bersepeda motor yang berkumpul di depat Telkom tersebut.

Sontak rekan rekan Muzakkir berlari dari lokasi itu, dan belakangan Muzakkir dikeroyok oleh beberapa lelki yang turun itu. Ketiganya sempat menanyakan tentang perobekan baliho kampanye, namun Muzakkir mengaku tak tahu menahu.

Mansur orang tua kandung Muzakkir, kemarin mengakui, kasus pemukulan terhadap buah hatinya belum dilaporkan secara resmi kepada polisi, menyusul belum turunnya visum et repertum.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmK, Sabtu (7/4) mengatakan,  ia belum menerima laporan secara resmi atas insiden itu dari korban.(naz)

Editor : bakri