Almarhum Ikut Diundang Nyoblos
Berbagai persoalan seputar hak pilih masih terus bermunculan menjelang pemungutan suara Pilkada 2012. Bahkan, satu hari menjelang
MEULABOH - Berbagai persoalan seputar hak pilih masih terus bermunculan menjelang pemungutan suara Pilkada 2012. Bahkan, satu hari menjelang pencobolosan, Minggu (8/4) kemarin, ditemukan sejumlah kasus yang membinggungkan warga, juga Panitia Pemungutan Suara dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS/KPPS).
Reporter Serambi di kedua daerah tersebut, kemarin, melaporkan di antara kasus yang paling banyak ditemukan adalah banyak warga tidak menerima undangan atau surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara (lokasi TPS). Sebaliknya, banyak pula warga yang menerima undangan ganda atau lebih dari satu undangan.
Tidak hanya itu, warga yang sudah meninggal dunia (almarhum) dalam kurun waktu lama juga turut diundang untuk mencoblos.
Ketua LSM GSF Meulaboh, Abdul Jalil kepada Serambi, Minggu (8/4) mengungkapkan, daftar pemilih yang sudah ada perlu dicek lebih mendalam sebab banyak ditemukan keraguan, seperti nama ganda dan adanya nama orang yang sudah almarhum. “Temuan kami, di TPS 8 di Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan saja, ada 28 orang nama ganda,” ujar Jalil.
Ia menambahkan, kasus nama ganda ini sangat disayangkan karena di sisi lain banyak warga yang tidak bisa memilih karena tidak terdaftar dalam DPT. “Karena itu, KIP perlu mencarikan solusi sehingga warga yang tidak terdaftar dalam pemilih bisa berguna suaranya,” kata dia.
Di Aceh Barat Daya, temuan kasus-kasus tersebut diungkap oleh sejumlah ketua KPPS/TPS. Mereka mengaku ikut bingung saat menyerahkan undangan ternyata ada yang ganda, sudah almarhum, atau sudah pindah alamat. Para ketua KPPS/TPS ini menjelaskan, surat undangan memang ditulis oleh KPPS/TPS berdasarkan data yang tertera dalam DPT (daftar pemilih tetap) yang diterima dari KIP, melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Jadi semua nama yang tertera dalam DPT, ditulis surat undangan. Belakangan diketahui bahwa, orangnya sama, malah ada yang sudah meninggal dunia atau pindah alamat,” ungkap Sarwadin, Ketua KPPS/TPS 1 Desa Kuta Jeumpa.
Menurut dia, di Desa Kuta Jeumpa dengan tiga TPS, ditemukan sekitar 90 undangan yang tidak dikenal orangnya. Diperkirakan, mereka sudah meninggal dunia atau sudah pindah alamat. “Surat undangan seperti itu masih menumpuk pada Ketua KPPS/TPS setempat,” ungkap Sarwadin.
Hal yang sama dikemukakan M Rizal, Ketua KPPS/TPS 3 Desa Keude Siblah Blangpidie. Dijelaskan, sekitar 50 lembar undangan pemilihan hingga siang kemarin masih berada di tangan KPPS. Bahkan, ditemukan undangan untuk warga yang telah meninggal dunia kurun waktu dua sampai tiga tahun lalu.
Pantauan Serambi, sejumlah warga Minggu (8/4) kemarin, mendatangi KIP Abdya untuk mempertanyakan berbagai temuan kasus tersebut.(riz/nun/az)