A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Calon Bidan yang Ingin Jadi Politisi - Serambi Indonesia
Minggu, 23 November 2014
Serambi Indonesia

Calon Bidan yang Ingin Jadi Politisi

Jumat, 13 April 2012 09:21 WIB

Nama lengkapnya Nizar  Tiarfah Ghasella.  Dara yang akrab disapa Nizar itu  di Akademi Kebidanan (Akbid)  Muhammadyah Aceh menjabat sebagai  Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Akbid Muhammadyah.   Namun, meskipun sedang menuntut ilmu di kebidanan,  tidak lantas Nizar semata-mata ingin menjadi bidan. 

Mahasiswi semester IV itu justru bercita-cita menjadi politisi yang profesional. Sejak dulu  memang  Nizar sudah aktif berorganisasi. Di Sragen, SMP tempat dirinya menimba ilmu, Nizar bahkan  sudah menjadi ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah  (OSIS). Dia bisa mengalahkan sebagian kompetitornya yang bahkan laki-laki.  “Padahal, saat itu saya tidak berkampanye.  Saya hanya mengatakan bahwa  saya tidak akan berjanji ini-itu seperti umumnya politisi, tapi akan  saya buktikan  tekad saya kalau nanti terpilih,” kata  Nizar.

Meskipun aktif berorganisasi, Nizar mengaku tidak akan mengorbankan waktu belajar.  Kuliah tetap prioritas baginya. “Bagi saya, berorganisasi  ini   untuk mendapatkan ilmu baru juga sekaligus hobi,” kata dara yang  hobi hobi membaca novel dan mendengarkan musik ini.  “Pokoknya, jika aktif di organisasi, harus pintar-pintar membagi waktu, sehingga tidak mengorbankan kuliah,” kata Nizar memberi saran.

Kecuali itu, Nizar mengaku dirinya selama ini berpindah-pindah sekolah, mengikuti  orang tuanya.  Ada sisi positif dan negatif  berpindah-pindah sekolah. “Enaknya banyak teman, juga punya banyak pengalaman.  Nggak enaknya ya karena melelahkan,” kata   Nizar. (sak)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas