Calon Bidan yang Ingin Jadi Politisi
Jumat, 13 April 2012 09:21 WIB
Nama lengkapnya Nizar Tiarfah Ghasella. Dara yang akrab disapa Nizar itu di Akademi Kebidanan (Akbid) Muhammadyah Aceh menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Akbid Muhammadyah. Namun, meskipun sedang menuntut ilmu di kebidanan, tidak lantas Nizar semata-mata ingin menjadi bidan.
Mahasiswi semester IV itu justru bercita-cita menjadi politisi yang profesional. Sejak dulu memang Nizar sudah aktif berorganisasi. Di Sragen, SMP tempat dirinya menimba ilmu, Nizar bahkan sudah menjadi ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dia bisa mengalahkan sebagian kompetitornya yang bahkan laki-laki. “Padahal, saat itu saya tidak berkampanye. Saya hanya mengatakan bahwa saya tidak akan berjanji ini-itu seperti umumnya politisi, tapi akan saya buktikan tekad saya kalau nanti terpilih,” kata Nizar.
Meskipun aktif berorganisasi, Nizar mengaku tidak akan mengorbankan waktu belajar. Kuliah tetap prioritas baginya. “Bagi saya, berorganisasi ini untuk mendapatkan ilmu baru juga sekaligus hobi,” kata dara yang hobi hobi membaca novel dan mendengarkan musik ini. “Pokoknya, jika aktif di organisasi, harus pintar-pintar membagi waktu, sehingga tidak mengorbankan kuliah,” kata Nizar memberi saran.
Kecuali itu, Nizar mengaku dirinya selama ini berpindah-pindah sekolah, mengikuti orang tuanya. Ada sisi positif dan negatif berpindah-pindah sekolah. “Enaknya banyak teman, juga punya banyak pengalaman. Nggak enaknya ya karena melelahkan,” kata Nizar. (sak)
Mahasiswi semester IV itu justru bercita-cita menjadi politisi yang profesional. Sejak dulu memang Nizar sudah aktif berorganisasi. Di Sragen, SMP tempat dirinya menimba ilmu, Nizar bahkan sudah menjadi ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dia bisa mengalahkan sebagian kompetitornya yang bahkan laki-laki. “Padahal, saat itu saya tidak berkampanye. Saya hanya mengatakan bahwa saya tidak akan berjanji ini-itu seperti umumnya politisi, tapi akan saya buktikan tekad saya kalau nanti terpilih,” kata Nizar.
Meskipun aktif berorganisasi, Nizar mengaku tidak akan mengorbankan waktu belajar. Kuliah tetap prioritas baginya. “Bagi saya, berorganisasi ini untuk mendapatkan ilmu baru juga sekaligus hobi,” kata dara yang hobi hobi membaca novel dan mendengarkan musik ini. “Pokoknya, jika aktif di organisasi, harus pintar-pintar membagi waktu, sehingga tidak mengorbankan kuliah,” kata Nizar memberi saran.
Kecuali itu, Nizar mengaku dirinya selama ini berpindah-pindah sekolah, mengikuti orang tuanya. Ada sisi positif dan negatif berpindah-pindah sekolah. “Enaknya banyak teman, juga punya banyak pengalaman. Nggak enaknya ya karena melelahkan,” kata Nizar. (sak)
Editor : bakri
