Fokus pada Kualitas Lulusan
Jumat, 13 April 2012 09:23 WIB
Lulusan Akademi Kebidanan Muhammadyah Banda Aceh diarahkan untuk bisa bekerja secara mandiri. Mahasiswa lulusan Akbid tersebut tidak boleh lagi semata-mata mengharap lapangan kerja sebagai pegawai negeri sipil. Di bangku kuliah, praktik diberikan lebih banyak dibandingkan dengan teori, yakni 60 persen praktik, 40 persen teori. “Kita arahkan mahasiswa agar mampu bekerja secara mendiri setelah lulus dari sini,” kata Direktur Akademi Kebidanan Muhammadyah Banda Aceh, Dra Hj Eulisa Faj. Mkes kepada Serambi, pekan lalu.
Saat ini semua ruang kuliah di Akbid Muhammadyah menggunakan pendingin udara dan LCD proyektor. Tujuannya untuk kenyamanan dan kelancaran proses belajar-mengajar. Sedangkan perpustakaan yang dimiliki Akbid ini diklaim sebagai perpustakaan terlengkap dibandingkan dengan kampus swasta yang ada di Banda Aceh. “Kita punya buku-buku terbaru dengan kualitas yang sudah diakui. Salah satu sebabnya juga berkat tsunami, yang membuat banyaknya bantuan buku-buku. Selain itu, setiap tahun juga selalu ada pengadaan buku baru ,” kata Eulisa. Sedangkan laboratorium yang dimiliki diakui sudah tergolong memadai, termasuk ketersediaan alat bantu praktik kebidanan. “Kita bahkan punya alat praktik yang tak dimiliki kampus lain di Banda Aceh,” timpal T Muhadi SKM yang mendampingi Eulisa.
Dengan akreditas B+ di bawah Departemen Kesehatan, Eulisa merasa mutu sekolah yang dipimpinnya tergolong bagus. Apalagi, kata Eulisa, pihaknya juga ditunjuk oleh Depkes untuk membina beberapa institusi lembaga pendidikan kebidanan yang ada di Aceh. Begitupun, Eulisa berencana untuk terus meningkatkan kualitas lulusan sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. “Dengan dukungan semua pihak, insya Allah kualitas akademi kita ini aka kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” kata pimpinan Akbid yang bermoto “Profesional yang islami dan mandiri” ini (sak)
Saat ini semua ruang kuliah di Akbid Muhammadyah menggunakan pendingin udara dan LCD proyektor. Tujuannya untuk kenyamanan dan kelancaran proses belajar-mengajar. Sedangkan perpustakaan yang dimiliki Akbid ini diklaim sebagai perpustakaan terlengkap dibandingkan dengan kampus swasta yang ada di Banda Aceh. “Kita punya buku-buku terbaru dengan kualitas yang sudah diakui. Salah satu sebabnya juga berkat tsunami, yang membuat banyaknya bantuan buku-buku. Selain itu, setiap tahun juga selalu ada pengadaan buku baru ,” kata Eulisa. Sedangkan laboratorium yang dimiliki diakui sudah tergolong memadai, termasuk ketersediaan alat bantu praktik kebidanan. “Kita bahkan punya alat praktik yang tak dimiliki kampus lain di Banda Aceh,” timpal T Muhadi SKM yang mendampingi Eulisa.
Dengan akreditas B+ di bawah Departemen Kesehatan, Eulisa merasa mutu sekolah yang dipimpinnya tergolong bagus. Apalagi, kata Eulisa, pihaknya juga ditunjuk oleh Depkes untuk membina beberapa institusi lembaga pendidikan kebidanan yang ada di Aceh. Begitupun, Eulisa berencana untuk terus meningkatkan kualitas lulusan sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. “Dengan dukungan semua pihak, insya Allah kualitas akademi kita ini aka kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” kata pimpinan Akbid yang bermoto “Profesional yang islami dan mandiri” ini (sak)
Editor : bakri
