Pascagempa, Handy Talkie Laris
Situasi panik dan darurat yang terjadi akibat gempa berkekuatan 8,5 dan 8,1 scala richter (SR) di Aceh, Rabu (11/4), menjadikan
Peningkatan permintaan radio dua arah ini terlihat sejak Kamis (12/4) atau sehari setelah gempa yang memunculkan panik tsunami. Hal ini terlihat dari berjubelnya pembeli yang mendatangi toko-toko yang menjual alat komunikasi ini. Salah satunya adalah di Toko Sinar Agung di Jalan TP Polem No 139, Peunayong, Banda Aceh.
“Tipe HT yang paling laris adalah seri VEV 8, harga jualnya Rp 850.000 per unit, sudah termasuk charger. Pembeli adalah anggota komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). HT hanya bisa dijual kepada pembeli yang memiliki kartu anggota RAPI atau komunitas sejenis yang memiliki ijin, setelah sebelumnya dicross chek dulu keabsahan keanggotaannya” kata Wandi pemilik Toko Sinar Agung, Kamis (12/4).
Menurut dia, masyarakat mencari HT sebagai alat komunikasi alternatif antisipasi keadaan darurat, seperti bencana gempa Aceh. Beberapa fungsi yang tidak tergantikan HP yang masih melekat pada HT atau radio dua arah ini yang menjadikan handy talkie tetap dicari.
“Disamping membuat waktu jadi lebih efisien dan komunikasi menjadi efektif, juga tingkat kecepatan dalam merespon yang sangat tinggi, menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan HT. Fungsi komunikasi dari satu ke banyak pengguna lain (one to many). Selain itu juga sifat kesegeraannya (instant communication) tetap menjadi andalan, terutama dalam kondisi darurat,” papar Wandi.
Bayangkan saja, kemarin dalam kondisi yang membutuhkan kecepatan berkomunikasi tinggi, masyarakat Aceh harus menelan kekecewaan dan panik luar biasa karena jaringan komunikasi telepon genggam terputus beberapa waktu. “Pengguna HP masih harus menunggu koneksi atau bahkan memencet nomor tertentu dahulu yang pasti akan membuang banyak waktu, tetapi tidak jika anda memiliki HT. Pengguna bisa mendapatkan informasi yang akurat dan cepat dari masyarakat sesama anggota RAPI” ujar dia.(ami)