Kamis, 11 Juni 2026

Pascagempa, Handy Talkie Laris

Situasi panik dan darurat yang terjadi akibat gempa berkekuatan 8,5 dan 8,1 scala richter (SR) di Aceh, Rabu (11/4), menjadikan

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Pascagempa, Handy Talkie Laris
PEMBELI melihat HT( handy talky) yang dijual di toko Sinar Agung, Peunayong, Banda Aceh, Rabu (12/ 4). HT sangat berfungsi untuk mendapatkan informasi terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana alam. Namun sebelum memiliki HT, pembeli harus terlebih dahulu menjadi anggota RAPI atau Orari. SERAMBI/M ANSHAR
BANDA ACEH - Situasi panik dan darurat yang terjadi akibat gempa berkekuatan 8,5 dan 8,1 scala richter (SR) di Aceh, Rabu (11/4), menjadikan alat komunikasi handy talkie (HT) laris di Banda Aceh. Alat ini terbukti cukup bisa diandalkan di saat perangkat komunikasi lain seperti handphone terputus dan tidak berfungsi.

Peningkatan permintaan radio dua arah ini terlihat sejak Kamis (12/4) atau sehari setelah gempa yang memunculkan panik tsunami. Hal ini terlihat dari berjubelnya pembeli yang mendatangi toko-toko yang menjual alat komunikasi ini. Salah satunya adalah di Toko Sinar Agung di Jalan TP Polem No 139, Peunayong, Banda Aceh.

“Tipe HT yang paling laris adalah seri VEV 8, harga jualnya Rp 850.000 per unit, sudah termasuk charger. Pembeli adalah anggota komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). HT hanya bisa dijual kepada pembeli yang memiliki kartu anggota RAPI atau komunitas sejenis yang memiliki ijin, setelah sebelumnya dicross chek dulu keabsahan keanggotaannya” kata Wandi pemilik Toko Sinar Agung, Kamis (12/4).

Menurut dia, masyarakat mencari HT sebagai alat komunikasi alternatif antisipasi keadaan darurat, seperti bencana gempa Aceh. Beberapa fungsi yang tidak tergantikan HP yang masih melekat pada HT atau radio dua arah ini yang menjadikan handy talkie tetap dicari.

“Disamping membuat waktu jadi lebih efisien dan komunikasi menjadi efektif, juga tingkat kecepatan dalam merespon yang sangat tinggi, menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan HT. Fungsi komunikasi dari satu ke banyak pengguna lain (one to many). Selain itu juga sifat kesegeraannya (instant communication) tetap menjadi andalan, terutama dalam kondisi darurat,” papar Wandi.

Bayangkan saja, kemarin dalam kondisi yang membutuhkan kecepatan berkomunikasi tinggi, masyarakat Aceh harus menelan kekecewaan dan panik luar biasa karena jaringan komunikasi telepon genggam terputus beberapa waktu. “Pengguna HP masih harus menunggu koneksi atau bahkan memencet nomor tertentu dahulu yang pasti akan membuang banyak waktu, tetapi tidak jika anda memiliki HT. Pengguna bisa mendapatkan informasi yang akurat dan cepat dari masyarakat sesama anggota RAPI” ujar dia.(ami)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved