Minggu, 1 Februari 2015

Data Ulang Honorer

Sabtu, 14 April 2012 12:43 WIB

LHOKSUKON - Ratusan guru bakti murni dan honorer mulai tingkat TK hingga SMA dari berbagai kecamatan di Aceh Utara, Jumat (13/4) sore
mendatangi gedung DPRK setempat. Tuntutan utama mereka, meminta DPRK dan Pemkab Aceh Utara mendata ulang guru honorer di kabupaten itu secara benar dan sesuai aturan.

Pasalnya, menurut mereka, ada guru yang bersatus bakti murni yang bertugas sejak tahun 2008 sudah masuk database honorer kategori dua yang menunggu pengangkatan sebagai PNS. Sementara banyak di antara mereka yang sudah menjadi guru honorer sejak tahun 2001 tapi hingga kini belum juga masuk dalam database honorer yang akan diangkat menjadi PNS.

Amatan Serambi, guru tersebut diterima anggota Komisi A dan E DPRK Aceh Utara di gedung sidang paripurna DPRK setempat. Turut hadir Sekretaris Disdikpora Yusri, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Jamali Sulaiman, dan Kepala Inspektorat Aceh Utara, Ishak Ali Basyah.  

“Kami datang ke gedung dewan karena ada empat guru yang statusnya bakti murni tahun 2008, namun sudah masuk database honorer kategori dua di BKPP Aceh Utara. Sementara banyak di antara kami yang sudah jadi honorer sejak tahun 2001, hingga kini belum masuk database.

Karenanya, kami minta guru honorer didata ulang secara fair dan seusai aturan,” ujar Usmani, guru MAS Kuta Makmur.

Sementara guru bakti murni yang hadir dalam pertemuan itu meminta upah jerih mereka dinaikkan ari Rp 300.000 menjadi Rp 1,2 juta per bulan. Pada pertemuan tersebut, perwakilan guru juga menyerahkan daftar tuntutan mereka ke Ketua Komisi A, Amiruddin B.

Menanggapi tuntutan itu, Amiruddin meminta Disdikpora Aceh Utara mendata ulang guru honorer di kabupaten tersebut. Kepada guru yang mengajar di sekolah swasta, kata Amiruddin, pihaknya dan Disdikpora akan mendatangi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) agar menampung mereka masuk dalam database honorer yang akan diangkat menjadi PNS.

Halaman12
Editor: hasyim
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas