DSI Aceh Latih 80 Imum Meunasah
Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Selasa (17/4) melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas para imum meunasah dari tujuh
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Prof Dr H Rusjidi Ali Muhammad SH yang diwakili Kabid SDM, Drs H.Zuhri MM saat membuka pelatihan imuem menasah tersebut kemarin mengatakan, imuem meunasah memiliki peran dalam melaksanakan penerapan Syariat Islam di gampong-gampong, disamping sebagai tokoh agama juga sebagai tokoh masyarakat tentunya sangat menentukan kiprah Syariat Islam yang sebenarnya.
Sukses sebuah pembangunan bukanlah ditinjau pada fisik semata, namun kesuksesan itu harus diikutsertakan pembangunan spiritual keagamaan yang mendalam. Zuhri menambahkan, karena itulah sangat penting dilakukan pemantapkan manajemen dan kapasitas bagi imuem meunasah, melalui pelatihan secara khusus, agar penerapan Syariat Islam benar-benar sesuai keinginan masyarakat Aceh.
Dinas Syariat Islam, sebagai lembaga kontrol pelaksaan Syariat Islam di Aceh, merasa terpanggil untuk terus membantu secara maksimal pembinaan imuem meunasah, agar tokoh idola masyarakat ini, bisa meneruskan pelaksanaan Syariat Islam di gampong-gampong.
Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Drs H Ridwan Djohan menyebutkan, dalam empat tahun terakhir ini, dinas Syariat Islam Aceh melaksanakan kegiatan pemantapan manajemen imuem meunasah dengan tujuan, agar manajemen meunasah bisa difungsikan sebagai tempat Syiar Islam.
Dilaporkan, tahun ini akan dilaksanakan pelatihan imum meunasah sebanyak lima angkatan, dengan jumlah peserta 200 orang dari sejumlah kabupaten di Aceh. Namun, pada gelombang perdana ini diikuti sebanyak 80 perserta dari tujuh kabupaten kota, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Aceh Timur, dan Kabupaten Pidie.
Disebutkan, sejak tahun 2007 hingga sekarang DSI Aceh sudah melatih 1.680 imuem meunasah se-Aceh, dari 6.548 imum meunasah yang ada di seluruh Aceh.(rel/mis)