Mahasiswa Segel Kampus STIMI Meulaboh
Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (17/4) sore sekitar
Aksi itu mereka lakukan karena selama ini pihak kampus dinilai telah mempermainkan para mahasiswa dengan tak menganggap mereka ada. Bahkan dalam beberapa kali pertemuan, pihak kampus hanya bisa berjanji tanpa memberikan bukti yang nyata dan pasti kepada mereka. Para mahasiswa menuntut tujuh hal yang dianggap sangat penting untuk diselesaikan oleh pihak kampus. (lihat tujuh tuntutan mahasiswa).
Semula, aksi unjukrasa itu berjalan tenang, namun karena tidak mendapat tanggapan dari pihak kampus, bahkan beberapa pegawai langsung kabur, akhirnya, para mahasiswa dengan kesal menyegel ruang dosen, ruang operasional kampus, ruang laboratorium komputer serta ruang kuliah dengan cara memalang pintu dan memasang sejumlah karton yang bertuliskan sejumlah tuntutan.
Bahkan ruang Kantor BEM yang selama ini dijadikan sebagai ruang tidur pegawai, juga diambil alih oleh mahasiswa dan mengeluarkan semua perangkat tempat tidur karena ruang tersebut milik para mahasiswa.
“Sebelum tuntutan kami dipenuhi pihak kampus, jangan coba-coba membuka segel ini. Kami tetap akan melancarkan aksi kami, dan tak boleh ada aktivitas perkuliahan sama sekali jika pihak kampus tak memenuhi aspirasi seluruh mahasiswa ini,” kata Wahyu, selaku Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) STIMI Meulaboh kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik kemarin.(edi)