Minggu, 2 Agustus 2015
KAI

Hukum Menepati Janji

Jumat, 20 April 2012 10:08

Hukum Menepati Janji
Muslim Ibrahim

Bersama ini saya ingin menanyakan tentang hukum menepati janji. Soalnya, dalam kehidupan kita sekali kita dapati orang-orang lupa memenuhi janji setelah mengikat janji, yang terkadang juga diperkuat dengan sumpah. Banyak hal memang yang menyangkut dengan masalah janji ini, namun iangin saya peroleh jawaban dari ustadz adalah hukum menepati janji menurut pandangan Syariat Islam.

Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Nuriah Hasan
Aceh Utara

JAWABAN:
Saudari Nuriah Hasan, Yth,
Walaikumussalam, wr. Wb.

Hukum berjanji adalah boleh (jaiz) atau disebut juga dengan mubah. Tetapi hukum memenuhi atau menepatinya adalah wajib. Melanggar atau tidak memenuhi janji dalah haram dan berdosa. Berdosanya itu bukan sekadar hanya kepada orang yang kita janjikan tetapi juga kepada Allah swt. Dasar dari wajibnya kita menunaikan janji yang telah kita janjikan antara lain adalah:

a. Perintah Allah dalam Alquran Al-Karim, surat An-Nahl, ayat 91: “Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

b. Menunaikan janji adalah ciri orang beriman, sebagaimana diungkapkan Allah dalam surat Al-Mukminun. Salah satunya yang paling utama adalah mereka yang memelihara amanat dan janji yang pernah diucapkannya. FirmanNya: “Telah beruntunglah orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.”

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas