Tafakur
Membantu Saudara
Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan mudahkan baginya di dunia dan di akhirat
“Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan mudahkan baginya di dunia dan di akhirat” (HR. Muslim).
Bencana, apapun bentuknya, sering datang menimpa tanpa terduga. Tak jarang bencana seketika mengubah suasana. Pagi yang cerah, sektika berubah menjadi mengerikan. Orang-orang yang sebelumnya tergolong berada, seketika menjadi tiada. Keadaan ini tentunya sangat tidak diinginkan siapapun. Kalau misalnya kali ini bencana banjir menimpa saudara-saudara kita, sebelumnya atau lain kali kita yang menderitanya. Di saat diselimuti penderitaan karena terkena bencana, yang paling berharga adalah bantuan.
Bagi yang kebetulan menjadi korban bencana akan merasa bahwa sepiring makanan pengganjal perut atau kain selimut lebih berharga dari bermacam-macam janji indah. Lebih-lebih janji sering tak ditepati. Kata-kata yang menumbuhkan semangat, lebih berharga dari jabatan. Untuk apa puluhan kendaraan mewah kalau saat itu tak mampu memanggul kita yang terdampar lemas di kubangan lumpur. Untuk apa pangkat kelas atas kalau yang paling dibutuhkan tubuh saat itu adalah pelepas dahaga. Untuk apa jabatan kalau tiba-tiba menjadi putus asa.
Karena itu, selagi diberikan kesempatan dan kemampuan, tak wajar bila hanya bertopang dagu tanpa membantu siapapun yang sedang menderita penderitaan. Di saat sempat dan mampu, itu berarti kita sedang diuji sejauhmana kita mau peduli. Bukan hanya peduli terhadap orang lain, tetapi juga peduli terhadap diri sendiri. Sebab, di saat timbul niat untuk membantu orang lain, itu berarti berniat untuk membantu diri sendiri. Sebab, Allah memastikan akan memberi pahala bagi orang-orang yang ikhlas membantu saudara-saudaranya, baik saudara-saudara seiman maupun sesama insan.