Rabu, 10 Juni 2026

PNS Angkat Bom dari Bibir Pantai

Warga Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Sabang, M Sabri (30), Jumat (20/4) pukul 18.30 WIB menemukan bom tua

Tayang:
Editor: hasyim
SABANG - Warga Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Sabang, M Sabri (30), Jumat (20/4) pukul 18.30 WIB menemukan bom tua berbentuk mortir di Pantai Lueng Cina, sekira dua kilometer dari pusat Desa Krueng Raya. Ia pun mengangkat bom tersebut dari bibir pantai.

Menurut Sabri yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Humas Pemko Sabang, awalnya ia hendak memasang jaring di laut. Kebiasaan ini sering ia lakukan pada waktu tertentu saat pulang dari kantor, sekadar mendapat ikan untuk kebutuhan keluarga.

Awalnya, Sabri tak menyadari adanya bom di pinggir pantai tersebut. Lalu saat ia mendekat barulah ia tahu ternyata ada bom yang tertanam sekitar dua meter dari bibir pantai itu.

“Saya coba angkat sendiri, tapi tak sanggup, lalu saya panggil Sekdes Ibrahim. Barulah kami angkat berdua ke darat sebelum Maghrib,” katanya.

Sekilas, kata Sabri, bom ini mirip dengan bom yang ditemukan di Mata Ie, Desa Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Rabu 23 September 2011 lalu. Namun ukuran yang ini, menurut Sabri, lebih kecil dan tanpa sayap di bagian buritan.

Informasi ditemukan bom itu kemudian berkembang di masayarakat setempat dan dilapor ke Polsek Sukakarya. Tadi malam, sekira pukul 21.00 WIB, pihak Polres Sabang dan Polsek Kecamatan Sukakarya, turun ke lokasi untuk melihat benda berkarat itu. Namun saat menuju lokasi, jalan menuju lokasi terkendala air pasang, sehingga gagal menuju lokasi.(gun)

* tanggapan polisi
Ditangani Gegana

MENURUT Kapolsek, Sukakarya Iptu Sulaiman, pihaknya akan koordinasi dengan jajaran Polres Sabang. Kemungkinan penanganannya akan diserahkan ke tim Gegana, yang kebetulan masih berada di Sabang untuk pengamanan Pilkada lalu.

Sementara itu, sejumlah warga menduga bom berukuran panjang 30 cm dan diamater 15 cm dengan berat sekira 30 kg itu terbawa air laut pascagempa Siemelue, pekan lalu. Warga menduga masih ada sisa-sisa bom dan mortir yang tertanam. Tahun 1944 Sabang pernah menjadi area pemboman pihak sekutu untuk menyerang Jepang yang berkuasa di Pulau Weh.(gun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved