Dokter Abaikan Imbauan Bupati
Kendati Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Razali AR, sudah mengimbau agar 18 dokter umum dan dokter gigi Rumah RSUD Aceh Singkil
Eko Saputra A, seorang dokter umum yang mogok kerja menjawab Serambi, kemarin mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pj Bupati. Awalnya, kata Eko, ia dan teman-teman dokter umum setuju kembali bekerja kemarin (Sabtu), namun urung dilakukan, lantaran menilai tidak ada itikad baik dari manajemen RSUD. Sehingga mereka sepakat memperpanjang mogok sampai pertemuan Senin (23/4) mendatang dengan Pj Bupati.
“Kami memohon maaf kepada Pj Bupati untuk melanjutkan aksi mogok kerja sampai ada itikad baik dari manajemen atau sampai kami hari Senin bertemu dengan Pj Bupati,” kata Eko.
Sementara itu, sumber-sumber Serambi di RSUD Aceh Singkil, memberikan informasi mengejutkan, ternyata ada oknum dokter yang mogok suka bolos kerja. Sehingga, aksi mogok yang dilakukannya tak mengganggu pelayanan, lantaran perawat sudah terbiasa menolong pasien tanpa kehadiran dokter. “Bahkan pelayanan jadi lebih maksimal karena, dokter spesialis stanbay setelah dokter umum mogok,” kata seorang kepala ruangan.
Disinggung, adanya oknum dokter jarang masuk kerja, Eko, berdalih sistem kerja dokter umum aplusan. Sehingga, sangat memungkinkan dokter tak masuk kerja setiap hari. “Kami mempergunakan sistem jaga shift. Di mana sistem itu berlaku umum dan itu ada absensinya. Sepanjang pemantauan kami pasien semua terlayani,” ujarnya.
Seperti diberitakan kemarin, Pj Bupati Aceh Singkil, Ir Razali AR MSi yang dimintai tanggapannya terhadap persoalan mogok dokter tersebut, kepada Serambi via SMS menyatakan, pihaknya sudah menghubungi Direktur RSU Singkil, dan dokter Eko Saputra A (mewakili dokter), dan berjanji akan segera menuntaskan masalah ini.
“Saya sudah minta para dokter umum agar kembali bekerja seperti biasa dan sudah disahuti oleh Dokter Eko,” kata Pj Bupati.
Bupati juga menambahkan, pada Senin (23/4) ia akan bertemu dengan para dokter umum dan pihak manajemen RSU untuk dialog sehingga ditemukan solusi yang tepat dan cepat. “Hak-hak dokter yang diakui secara aturan yang ada segera kami proses,” tambahnya.(c39)