Juara Motor Ceper dari Meunasah Capa
WARNA motor ini unik, paduan orange, kuning dan hijau. Pemiliknya memberi nama "Ceper Reggae"
Hendra yang ditemui Serambi, beberapa hari lalu, mengatakan sebelum mengikuti even itu Honda Kharisma BL 4363 N miliknya, dimodifikasinya sedemikian rupa. Hampir seluruh bodi motornya bergambarkan daun ganja (rasta). Tapi, bukan berarti Hendra orang yang gemar menghisap ganja.
“Itu hanya modifikasi saja, supaya terlihat beda. Walaupun bergambar daun ganja tapi seluruh anggota klub Bimoc wajib bebas narkoba,” tegas Hendra.
Soal modifikasi motornya, pria asal Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, ini mengaku menghabiskan uang sekitar Rp 2 jutaan, belum termasuk ongkos.
“Karena saya sendiri yang memodifikasinya di Bengkel Donald Stiker, Jalan Ramai Nomor 3 samping utara bekas teather (bioskop) Dewi. Hasil modifikasinya cukup memuaskan dan Alhamdulilah juara Aceh tahun 2010,” katanya bangga.
Ditambahkannya, selain mengikuti ajang Jambore Motor Ceper se-Aceh, beberapa anggota Bimoc, juga mengikuti jambore motor ceper se-Sumatera dan nasional yang digelar di Medan, Padang Sidempuan, dan Kisaran Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Namun dalam even itu, perwakilan dari Bireuen belum mampu meraih juara.
Kata Hendra, pengalaman selama mengikuti berbagai even itu, mereka terus belajar dan berupaya memodifikasi motor ceper seindah mungkin. “Semuanya dimodifikasi dalam berbagai bentuk, corak, warna, dan gaya sesuai selera pemakai serta kekinian,” pungkas Hendra.(ferizal hasan)