Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

PB-HAM Pidie Mengecam, Kobar GB Mendukung

Minggu, 22 April 2012 09:20 WIB

SIGLI - Peristiwa pemecatan sebelas siswa SMA Sukma Bangsa, Caleu, Kabupaten Pidie, pada Selasa (17/4) lalu, mencul sikap pro dan kontra dari berbagai kalangan. Pos Bantuan Hukum Azasi Manusia (PB-HAM) Pidie mengecam tindakan sekolah yang dinilai terburu-buru bersikap. Sehingga menimbulkan imej tidak baik.

“Apapun alasan peraturan yang dibuat jangan menyimpang dengan Undang-undang perlindungan anak,” ujar Said Safwatullah, staf kampanye PB-HAM Pidie kepada Serambi, Jumat (20/4). Menurut Said, ia sudah datang ke SMA Sukma Bangsa Caleu menemui pihak sekolah. “Dalam surat pernyataan waktu masuk ke sekolah tersebut, dalam salah satu poin di sebutkan kalau ada melakukan kesalahan maka pihak sekolah akan memberi sanksi, jadi tidak disebutkan akan dikeluarkan,” ujar Said Safwatullah.

Karena itu, Said menilai aneh mengapa kepala sekolah SMA Sukma, langsung mengambil keputusan yang tragis. Maka itu sebut Said, pihaknya siap mengadvokasi secara hukum bersama LBH anak dan koalisi-NGO HAM Aceh, sebut Said Safwatullah.

Secara terpisah Ketua Kobar-GB Aceh, Sayuti Aulia didampingi Sekretarisnya Husniati Bantasyam, kemarin menemui Serambi di Sigli mendukung sikap sekolah jika betul siswa menyontek saat ujian berlangsung, atau pelanggaran lainnya.

“Kita dukung artinya kepala sekolah bisa bertindak tegas. Pemerintah diminta komit jika bertujuan mencerdaskan generasi bangsa yang jujur jangan ada kecurangan,”ujar Sayuti. Sebaliknya, jika siswa yang “ditangkap” nyontek di luar ruangan ujian itu harus dipertimbangkan keputusan. “Kami sangat berharap semua pihak bisa koreksi, janganlah kita bangga dengan kelulusan siswa UN misalnya 99 persen, tapi caranya menyontek atau menyebarkan kunci jawaban. Ini sangat disesalkan,”kata Sayuti.(aya)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas