Kamis, 11 Juni 2026

Usai Panen, Pemilik Biarkan Ternak Berkeliaran

Kendati himbauan larangan melepaskan ternak sudah sering disampaikan Pemkab Pidie Jaya, namun masyarakat terkesan kurang

Tayang:
Editor: bakri
MEUREUDU - Kendati himbauan larangan melepaskan ternak sudah sering disampaikan Pemkab Pidie Jaya, namun masyarakat terkesan kurang meresponnya. Bahkan, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat, membiarkan binatang ternaknya seperti lembu dan kerbau berkeliaran siang malam ketika usai panen padi, yang oleh masyarakat menyebutnya dengan musem luah blang.

Ternak bebas berkeliaran bukan hanya di kampung-kampung tapi juga ikut menghiasi jalan negara. Gerombolan sapi acapkali mengganggu para pengguna jalan. Bahkan tak jarang terjadi malapetaka bagi para pemakai jalan umum. Dalam dua bulan terakhir, sudah belasan ekor ternak ditangkap Satpol PP, namun pemilik sepertinya tidak jera.

Selain di jalan kabupaten dan ruas jalan lintas Banda Aceh-Medan, kawanan sapi bebas berparade di areal perkantoran serta di tempat-tempat umum lainnya.

Seperti disampaikan Camat Meureudu, Drs H Jauhar, masih banyak jalan gampong dan jalan nasional yang dijadikan sebagai kandang sapi. Pihaknya, sudah sangat sering mengimbau warga supaya ternak jangan dilepas, tapi terkesan kurang diperhatian. Bahkan, sapi sering merumput di lapangan sepak bola Meureudu, sehingga tak jarang ia bersama stafnya terpaksa harus menghalaunya.

Hal senada juga disampaikan Camat Jangkabuya, Badruddin Husen SE, hingga sekarang juga banyak terlihat sapi berkeliaran. Badrudin juga mengatakan kebiasaany masyarakat yang melepas sapi atau kerbau seusai habis masa panen padi.”Imbauan itu hanya dipatuhi sesaat, tak lama kemudian ternak tersebuti kembali dilepas,” kata Badruddin.(ag)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved