Tafakur
Atas Nama Rakyat
Khianat yang paling besar adalah jika seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya
“Khianat yang paling besar adalah jika seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya” (HR. Ath-Thabrani).
Sudah lazim terjadi pada saat kampanye untuk pemilihan pemimpin berlangsung, istilah yang paling banyak diusung adalah “atas nama rakyat”. Semua program dilekatkan dengan istilah tersebut. Memang tidak salah dengan penggunaan istilah tersebut, dan bahkan penting dan mulia. Namun penting dimaknai siapa rakyat yang diatasnamakan.
Mencermati penduduk di negeri ini, yang paling banyak jumlahnya adalah kaum lemah. Lemah dari sisi ekonomi maupun dari sisi pendidikan. Dengan demikian, perhatian yang penting diutamakan dari calon pemimpin terpilih atau sekurang-kurangnya disamaratakan perlakuannya adalah terhadap rakyat lemah.
Apalagi yang paling berhak dibantu tentunya adalah orang-orang yang paling membutuhkan bantuan. Dan rakyat lemah lah di antara target yang tidak boleh tidak. Apalagi rakyat lemah seringkali kurang menikmati kehidupan yang layak.
Padahal Rasulullah telah mengingatkan tentang besarnya dampak bagi yang mengabaikan rakyat lemah. Katanya, “Barangsiapa yang diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat” (HR. Ahmad).
Akhirnya, marilah kita semua berdoa agar calon pemimpin terpilih diberikan kekuatan oleh Allah agar mampu mewujudkan perhatiannya untuk rakyat lemah. Juga berdoa agar tidak ada benih pengkhianatan bersemayam dalam niat dan perbuatan pemimpin kita.